Langsung ke konten utama

Diplomasi

Kaca
ada laba-laba atau mungkin anaknya tarantula, ukurannya cukup besar warnanya hitam, tepat dibalik kaca jendela ruangan kerjaku. setia menemani diriku yang untuk seminggu kedepan duduk sendiri. ibu manajer yang selalu memberikan nasihat makan siang sedang cuti untuk keperluan sekolah anaknya. air hujan yang turun tidak membuatnya payah, ia tetap pada jaring yang mungkin pembuatannya dua hari yang lalu.

sejak penyakit masa kecilku kambuh kemarin, aku sudah jarang sekali menyalakan AC diruangan. bisa-bisa hanya batuk kerjaannku karena dinginnya. walaupun suhunya tidak rendah, tetap saja setiap lima menit sekali aku seperti tersedak biji kedongdong, gatal.

akhir-akhir ini suhu disini memang cukup sejuk, hampir setiap hari sebelum senja turun hujan. wanginya enak. masuk melalui sela-sela ventilasi ruanganku. wangi khas tanah kering yang terkena air dicampur wangi cokelat yang sedang dilelehkan. kantorku memang dekat dengan salah satu pabrik cokelat terkemuka di Bandung, kau tahu cokelat Ratu Perak? nah wangi lelehan cokelat itu yang setiap sore kuhirup. rasanya kenyang, dan indah.

tugas yang seharusnya diselesaikan dalam waktu tiga bulan, pada akhirnya aku selesaikan dalam waktu kurang dari sepuluh hari. mau salahkan siapa?! aku sendiri yang terlalu banyak menunda. terlalu banyak bermain dengan hati, sehingga merasa nyaman dan lupa banyak kewajiban minta dikerjakan. hingga deadline sudah di ujung waktu, dan proses selanjutnya yang hanya tinggal menyunting saja, tiba-tiba berantakan karena mood yang tak bisa ku kuasai.

satu temanku bilang, 'jangan termakan ego teh'. aku bukan saja sedang dalam proses menyelesaikan tugasku. aku juga sedang membayar utang kewajibanku pada Tuhan. rasanya rapuh sekali masa-masa ku ini. apa aku yang berlebihan?!.

baru saja kemarin aku mulai ingin tahu siapa gadis itu sebenarnya, dan ternyata komentarku dalam hati tak terlalu panjang, cukup 'masih ada ya gadis seperti dia'. rasanya aku sudah meninggalkan masa-masa sepertinya sejak aku meninggalkan seragam putih biru. mungkin karena aku terlalu cepat masuk kedalam lingkungan yang cukup keras, yang menganggap segala sesuatu 'biasa'. walau sebenarnya terkadang aku rindu pada lingkunganku dahulu, yang tak perlu berpuisi hanya untuk menyatakan cinta, yang tak menggunakan hati dalam menggenggam tangan siapapun. toh semuanya 'biasa'.

aku berdiri didepan kaca pintu ruanganku, melihat badanku yang tak lepas dari jaket jeans sejak tadi pagi. kemarin juga, aku hanya ingin terus memakainya, aku terlihat sedikit lebih kurus dibalik jaket itu. lalu pikiranku kabur dan bertanya, selama ini aku berusaha untuk apa?! atau untuk siapa?!. memanjangkan rambutku, membuatnya tergerai dirumah. ibuku saja sampai heran denganku, katanya 'kamu mau dinikahin yah teh, potong rambut gih sana!'. 

aku juga bingung, naluriku yang ingin menjadi 'gadis' yang terlihat cantik semakin hari semakin jadi. entah apa pengaruhnya. memang saat aku ulang tahun, aku berdo'a agar setidaknya aku bisa lebih anggun. tapi upayaku rasanya sudah lebih dari sekedar menjadi anggun.

hujannya sudah reda, anak tarantulanya masih tetap disana. dan aku masih bingung dengan refleksiku di kaca, iya kaca buram bukan cermin. karena kata temanku, cermin tak pernah berbohong, ia akan memperlihatkan apa yang tidak ingin kau lihat.

baiklah, aku akan berdamai dengan hatiku. menarik nafas lebih panjang. mengambil air wudhu dan bersujud untuk-Nya. barangkali setelah itu, mood-ku sudah kembali, dan tugasku cepat selesai :)

semangat unga!! unga cantik kalo senyum, ayo senyum :)

19-Juni-2014
H-8 hours for deadline SKB

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Smile Maker

welcome Oct nothing different from me.. manusia tidak hidup sendirian di dunia ini tetapi di jalan setapak yang beda, setiap manusia berjalan sendirian berjalan, berlari dan sesekali berhenti semua jalan setapak itu berbeda-beda, namun menuju ke arah yang sama mencari suatu hal yang sama dengan satu tujuan yang sama hingga semakin dekat ke tujuan, manusia semakin menyadari bahwa di sepanjang jalan setapak yang sudah dilewati dia takkan pernah benar-benar sendiri manusia selalu bersama apa yang dia cari bersama tujuannya, yaitu Tuhannya *tanda tanya movie Tuhan, kali ini aku tidak ingin mengeluh tentang apa yang sedang kurasakan sekarang aku hanya ingin mengingat, betapa besar karunia yang telah Kau beri padaku Tuhan.. terimakasih telah menyempatkan hidupku untuk mengenalnya, mengenal dia yang mampu membuatku lupa setiap masalahku, sakitku. dia selalu menyemangatiku, menyadarkanku bahwa aku mampu, tidak meninggalkanku dalam kondisi apapun, he's my smile maker. ...

MIS

mochamad irsyad sapardiansyah ~~ 7 Oktober 1988 lucu, ga cakep, kata teh maya sih manis, kalo kata mamah ganteng :)) kalo kata unga dia ituuuu 'sisupersabar' =) sweet deh pokonya dari pertama ketemu sampe sekarang nih belum pernah deh unga dimarahin, yang ada juga unga yang marah-marah haha mungkin karena aa yang cuek jadi ga begitu suka kalo marah-marah dan lebih suka kalo ngalah aja jadi unganya yang ga ngerti-ngerti =D bodo ah yang penting dianya tetep sayang haha pengen cerita tentang perjalanan kita yang hampir 3 bulan ini dulu mungkin alesan unga mau nerima dia karena panas aja ga ada tanggepan terus dari sidia(oranglain yang sempet gw tunggu), jadi ya wajar kalo baru sebulan udah bosen(kan niatnya juga cuma pengen bikin cemburu sidia). eh tapi yah baru juga putus 1minggu kali, tiba-tiba hubungannya malah jadi deket, entah karena pengaruh mamah yang tiap hari nanyain kabar dia, entah karena sms dia yang ga ganggu, entah kangen, entah sepi, entah k...

Kake :)

Assalamualaikum kake... rasanya tak sopan jika cucumu ini menanyakan kabarmu disana semakin dekat dengan Sang Pencipta dikehidupan yang lebih abadi maafkan aku ke, pagi tadi hanya Al-Fatihah yang bisa kuhadiahkan untukmu.. lepas malam nanti kan ku hadiahi surah lain untukmu.. delapan tahun sudah, aku masih mengingat kata-kata terakhir yang kau ucapkan untukku Minggu pagi 12 Februari 2006, kau datang tanpa kabar sebelumnya, aku terkejut sekaligus senang untuk terakhir kalinya kita makan bersama, sayangnya kenapa saat itu aku tak ikut papah untuk mengantarkan kake pulang sebelum pergi kau berpesan padaku, bahwa aku harus kuat, harus pintar, agar kelak bisa menjaga kedua orang tuaku dengan baik. kake... cucumu kini tak semanja dahulu, seiring berjalannya waktu Allah menyelipkan banyak pelajaran hidup untukku kini aku sudah tak gengsi lagi untuk naik Angkutan Umum, bahkan tahun lalu aku selalu suka naik Damri kini aku sudah bisa berkendaraan sendiri, pulan...