Langsung ke konten utama

Tebing Keraton - Bandung


Bandung 16 Agustus 2014

Bandung Hits Masa Kini, salah satu judul blog yang ditulis sepertinya oleh mahasiswa ITB itu menarik perhatian saya untuk membacanya. Saat saya baca, ternyata itu yang ada disana. Yak, TEBING KERATON!

Beberapa kali melihat foto beberapa teman di media sosial sedang berada di Tebing Keraton. Awalanya saya pikir karena menggunakan nama ‘Keraton’ tempat ini bukanlah di Bandung, mungkin daerah sekitar Jawa Tengah atau Jawa Timur. Ternyata dari ulasan blog yang saya baca, tempat ini ternyata di Bandung, tepatnya di Desa Ciburial ±6km dari Taman Hutan Raya Djuanda(Dago Pakar).Eh iya, Tebing Keraton ini ternyata baru lahir awal Mei 2014 loh.
Dengan antusias dan dorongan cerita beberapa teman yang sudah kesana, akhirnya saya mengajak teman untuk mengunjungi Si Bandung Hits Masa Kini tersebut. Sayangnya satu hari sebelum hari H, teman saya membatalkan kunjungan kesana karena ada acara lain. Kecewa sih, tapi manusia di dunia ini kan banyak, dan akhirnya ngecek kontak HP, tertujulah Mas Tulus wanna be yang saya ajak ke Tebing Keraton.

Perjalanannya cukup jauh, rute saya CibaduyutàUIN CibiruàTebing Keraton(pegel panta* guys). Jadi Kerasa Capeknya. Trek selama di jalan raya sih gak masalah, begitu masuk Taman Hutan Raya Djuanda(Dago Pakar) juga masih mulus, nah begitu masuk trek menuju Tebing Keratonnya yang agak berat. Sebagai pengendara yang sering lewat jalan berbatu jujur saya gak kuat untuk yang ini, mungkin karena posisinya mendaki jadi kalo pake motor matic harus profesional mengendarainya, kalo motor kopling cukup enak, dan lebih nyaman kayanya pake motor trail. Beberapa pengunjung juga ada yang pake mobil,  mungkin asal mobilnya gak pendek sih gak masalah. Saya lihat juga ada yang pake mobil Innov*, Jaz*, Grandi* dan mobil sejuta umat Avanz*. FYI: Parkirnya agak sempit, kalau di atas penuh, ya parkir dibawah saja, Jalan kaki sedikit juga nyampe (Curhat).

Rutenya kurang lebih begini:
1.Dari arah Dago: Simpang Dago masih lurus sampai gate Taman Hutan raya Djuanda(sebelah kiri). Beberapa meter setelah gate TAHURA ada jalan ke kanan(sudah ada papannya Tebing Keraton). Ikutin jalan sampai warung bandrek, disana nanti ada petunjuk buat naik keatas lagi sekitar 3km.
2. Dari Arah Cibiru: Perempatan Suci(widyatam*) belok kanan lurus lewat taman makan pahlawan, belok kanan pertigaan cigadung(borm*), pertigaan belok kiri nanti tembusnya di Jalan Dago belok kiri sedikit, dikanan langsung gate TAHURA. Dst. Kaya diatas ya...

Banyak yang nanya sama saya, disana itu sepeti apa? Sekarang bayar ya?.  Ada beberapa foto yang saya jadikan cinderamata untuk pembaca hehe. Karena kalau minta dijelaskan. Pokoknya semua trek yang sudah dilalui, ujung-ujungnya akan terbalas dengan keindahan Maha Sempurna yang diciptakan oleh Allah SWT. Tempatnya masih Bandung banget, dingin-hijau-sejuk, masih asri banget sejauh mata memandang. Untuk saya yang kesana dalam keadaan badmood, pulang-pulang langsung bahagia(ini serius bukan lebay). Om Wali Kota aja bilang “Tebing Keraton gak kalah sama Dieng”. Dan iya, sekarang tebing Keraton sudah punya tiket masuk. HTM: 10.000 + 1.000 IDR dan Parkir Kendaraan 5.000 IDR.

FYI: Tempatnya kecil, gak seluas TAHURA, jadi hati-hati yah. Pagar pengaman juga masih terbuat dari bambu, dan tebing yang jadi angle sejuta umat itu sebenarnya terletak diluar batas aman. So, sekali lagi hati-hati dan jangan riweuh, kalo udah jatuhmah ya begitulah. Naudzubillah...




View area parkiran

Tulus? "jangan cintai aku~lalala"

Tuh pagar pengamannya masih bambu, ngeri kan!

Bukan Tebing Keraton

Asli Tebing Keraton(yang diluar bambu itu yang sering dipake foto)

Bagus ya guys

Masih sekitar Tebing Keraton(area kiri)

Gendut --"

Masih Sekitar Tebing Keraton (area kanan)

sunset guys, kaya dimana gitu ya =)

detik" sebelum pulang (maghrib)

Tiket Masuk

Pulangnya lewat Punclut, makan disini. Bah yang suka citylight mah bakal seneng banget!

Foto diambil by Camera 2MP, jadi maaf kalo kurang jelas yaa. Dan semua foto yang diunggah diatas is no filter. =)

Terimakasih sudah membaca
Saran saya, segera kesana mumpung masih kekinian untuk update di media sosial hahaha

Komentar

  1. Balasan
    1. dicoba aja, gak mengecewakan ko, puas panoramanya :)

      Hapus
  2. Sekarang sudah makin rame, dan tebingya udah dipageri juga :D

    BalasHapus
  3. Bener2 indah, thx udah bikin tulisan bagus.

    waktu liputan kesana memang aga suram jalannya dan lumayan jauuh..
    Nitip link situs kami juga yaa
    http://www.linemagz.com/
    Terimakasih

    BalasHapus

Posting Komentar

Berbagilah, karena itu indah :)

Postingan populer dari blog ini

Smile Maker

welcome Oct nothing different from me.. manusia tidak hidup sendirian di dunia ini tetapi di jalan setapak yang beda, setiap manusia berjalan sendirian berjalan, berlari dan sesekali berhenti semua jalan setapak itu berbeda-beda, namun menuju ke arah yang sama mencari suatu hal yang sama dengan satu tujuan yang sama hingga semakin dekat ke tujuan, manusia semakin menyadari bahwa di sepanjang jalan setapak yang sudah dilewati dia takkan pernah benar-benar sendiri manusia selalu bersama apa yang dia cari bersama tujuannya, yaitu Tuhannya *tanda tanya movie Tuhan, kali ini aku tidak ingin mengeluh tentang apa yang sedang kurasakan sekarang aku hanya ingin mengingat, betapa besar karunia yang telah Kau beri padaku Tuhan.. terimakasih telah menyempatkan hidupku untuk mengenalnya, mengenal dia yang mampu membuatku lupa setiap masalahku, sakitku. dia selalu menyemangatiku, menyadarkanku bahwa aku mampu, tidak meninggalkanku dalam kondisi apapun, he's my smile maker. ...

MIS

mochamad irsyad sapardiansyah ~~ 7 Oktober 1988 lucu, ga cakep, kata teh maya sih manis, kalo kata mamah ganteng :)) kalo kata unga dia ituuuu 'sisupersabar' =) sweet deh pokonya dari pertama ketemu sampe sekarang nih belum pernah deh unga dimarahin, yang ada juga unga yang marah-marah haha mungkin karena aa yang cuek jadi ga begitu suka kalo marah-marah dan lebih suka kalo ngalah aja jadi unganya yang ga ngerti-ngerti =D bodo ah yang penting dianya tetep sayang haha pengen cerita tentang perjalanan kita yang hampir 3 bulan ini dulu mungkin alesan unga mau nerima dia karena panas aja ga ada tanggepan terus dari sidia(oranglain yang sempet gw tunggu), jadi ya wajar kalo baru sebulan udah bosen(kan niatnya juga cuma pengen bikin cemburu sidia). eh tapi yah baru juga putus 1minggu kali, tiba-tiba hubungannya malah jadi deket, entah karena pengaruh mamah yang tiap hari nanyain kabar dia, entah karena sms dia yang ga ganggu, entah kangen, entah sepi, entah k...

Kake :)

Assalamualaikum kake... rasanya tak sopan jika cucumu ini menanyakan kabarmu disana semakin dekat dengan Sang Pencipta dikehidupan yang lebih abadi maafkan aku ke, pagi tadi hanya Al-Fatihah yang bisa kuhadiahkan untukmu.. lepas malam nanti kan ku hadiahi surah lain untukmu.. delapan tahun sudah, aku masih mengingat kata-kata terakhir yang kau ucapkan untukku Minggu pagi 12 Februari 2006, kau datang tanpa kabar sebelumnya, aku terkejut sekaligus senang untuk terakhir kalinya kita makan bersama, sayangnya kenapa saat itu aku tak ikut papah untuk mengantarkan kake pulang sebelum pergi kau berpesan padaku, bahwa aku harus kuat, harus pintar, agar kelak bisa menjaga kedua orang tuaku dengan baik. kake... cucumu kini tak semanja dahulu, seiring berjalannya waktu Allah menyelipkan banyak pelajaran hidup untukku kini aku sudah tak gengsi lagi untuk naik Angkutan Umum, bahkan tahun lalu aku selalu suka naik Damri kini aku sudah bisa berkendaraan sendiri, pulan...