Yaps, setelah setahun terkurung entah oleh apa, akhirnya
saya liburan juga. Jalan-jalan kemana saya mau, pergi sejauh mungkin dari
kenyataan yang setiap hari masalahnya tidak pernah selesai.
Jika pernah mendengar bahwa sikap dan kepribadian kita akan
mengikuti siapa dan dimana lingkungan kita bergaul, that’s true guys!. Unga gak
jalan-jalan dan sibuk menikmati hidup dengan cara lain yang pada akhirnya hanya
menyesal, kenapa waktunya gak gue pake kaya dulu aja, cz being unga yang ceria
dengan sedikit jutek itu sangat menyenangkan.
Mangrove, Jakarta.
![]() |
| Mangrove Bridge |
Awalnya lihat salah satu teman update di mangrove ini, saya
pikir tempatnya jauh, butuh untuk menyebrang seperti perjalanan ke pulau
seribu. Foto yang kedua saya lihat masih di media sosial yang sama, dan
akhirnya saya memutuskan untuk searching. Setelah tahu ternyata perjalanannya
bisa ditempuh dengan pulang pergi dari Bandung-Jakarta-Bandung, saya memutuskan
untuk berangkat.
Sampai pada foto ketiga yang di update oleh teman saya, saya
memberanikan diri untuk minta rute. Selesai itu baru saya cari teman untuk
berangkat. Dan dengan segala rencana yang hanya tinggal rencana akhirnya saya
hanya berangkat berdua dengan orang yang baru pertama kali jalan di Jakarta
menggunakan transportasi umum.
Untunglah teman saya ini tidak menyulitkan saya, kami
sama-sama memahami rute dan Alhamdulillah kami sampai ditujuan dengan selamat.
Kami berangkat jam 6.30 dari stasiun Bandung menggunakan
kereta Argo Parahyangan. Tiba di stasiun Gambir kurang lebih pukul 9.30, dan
kami langsung mencari halte yang dimaksud di rute yang dibuatkan oleh teman
saya.
Kami naik busway di Halte Monas, dan naik jurusan pluit yang
mengarah ke PIK. FYI: kami jalan kaki ke Halte Monas dari Gambir itu sekitar
20menit dengan kecepatan cukup santai. Lumayan jauh dan busway yang mengantar
kami ke PIK ini ternyata jarang, jadi harus tanya sama petugas nya agar
diingatkan saat buswaynya datang.
Perjalanan kurang lebih 1 setengah jam, hingga sampai di
kawasan Pantai Indah Kapuk. Busway yang tadi menurunkan kami di sekitar sekolah
Budha yang bangunannya seperti di Korea, besar banget. Dari situ kita perlu
jalan kaki lagi mengitari sekolah Budha sampai ke kawasan Mangrove. Sekitar 15
menit. Sampai di Mangrove Forest kita
bayar tiket masuk (HTM: 25.000).
Saya tiba disana tepat saat Matahari ada di puncaknya, jadi
agak sulit mendapatkan angle foto yang baik. Dan memang niat kesini sejujurnya
bukan untuk menikmati keindahan alamnya, tapi untuk update ahahaha. Jadi
sedikit kesal saat koneksi kurang bagus dan angle foto nya hampir backlight
semuaaaaaaaaaaaa.
Tidak semua tempat saya kelilingi, karena jujur hawanya
panas sekali. Dan perbekalan minum yang menipis. Yang penting dari mangrove itu
ujungnya seperti kawasan laut, entah itu muara atau pelabuhan tapi kawasan itu
memang bagian dari lautnya.
Sekitar pukul 14.00 kami kembali ke daerah sekolah Budah
untuk kembali ke Jakarta Kota menggunakan busway (FYI: nunggunya disekitaran
gedung yang sedang dibangun, sebrang jembatan, agak lama ya), destinasi kami
yang kedua adalah Kota Tua.
Niat awalnya sih ingin makan pecel dan es krim
disana, juga memasuki beberapa museum. Namun pada akhirnya karena waktu yang
terbatas kami hanya sempat makan dan mengunjungi satu museum yaitu museum
Wayang, kebetulan memang sedang ada acara pegalaran wayang disana, jadi ramai
pengunjung dan banyak wisatawan asing juga.
Sekitar pukul 16.30 kami pulang menuju Halte Monas, sampai
di Monas sempat ambil foto juga walau dari kejauhan, jujur saja saya yang sudah
lama tidak liburan ini agak lelah diajak jalan jauh. Setalah puas sampai di
stasiun saya cari makan lagi dengan niat agar bobo nyenak di kereta pulang.
Lepas maghrib saya dan teman saya sudah duduk manis di Kereta. Karena lelah
habis makan saya langsung tidur, sampai tiba di Bandung sekitar pukul 21.30
wib.
Yaa walaupun lelah, yang saya yakini adalah setiap orang
perlu waktu untuk keluar dari zona merahnya, sesekali keluar menikmati hal lain
itu menyenangkan. Dan ini cara yang dari dahulu memang saya lakukan saat saya
dalam masa masa sulit. Cukup menenangkan pikiran, menjernihkan hati hingga tahu
apa yang harus dilakukan saat kembali ke zona merah.
Maaf jika review ini lebih banyak sisi curahan hati
dibanding keindahan mangrovenya sendiri. Mungkin hal lain yang kurang jelas bisa
dilihat dari foto yang diambil ya.
Intinya, saya ingin berterimakasih pada perjalanan yang
selalu membuat saya kembali menjadi saya. Saya tahu, menjadi orang lain itu
bukanlah hal baik. Semoga masih ada perjalanan selanjutnya yang bisa saya
review disini.
Dan, terimakasih juga untuk partner yang menemani kegalau-an saya dihari itu, next trip yang jauh pake terbang yaaaa hahahaha
| Budget |






Komentar
Posting Komentar
Berbagilah, karena itu indah :)