Langsung ke konten utama

Terbiasa Hingga Membiasa

Siang kembali dengan hikmah,
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh...

Avanger: Age of Ultron~
it's all about prespective, aku selalu suka dengan kalimat ini. film action sekalipun, biarpun ceritanya penuh imajinasi tapi jika prespektif nonton filmnya diganti bukan hanya sekedar hiburan, bisa jadi ada hikmahnya.

semalaman mendeskripsikan hikmahnya sulit sekali, hingga kantuk mengalahkan niatku untuk menulis dan siang ini diingatkan dengan pemandangan yang Allah sajikan didepan mataku.

ya, sudah dua kali aku ingin bercerita padamu, hey! tapi mungkin waktu terlalu banyak kau sediakan untuk yang lain. dan entah mengapa aku tak sanggup untuk menceritakannya pada siapapun selain dirimu. dan nafsuku untuk berbagi cerita pun terlanjur hilang, akhirnya kutelan sendiri dan sikapku menjadi dingin, tak peduli orang lain, bersikap sesukaku. sepertinya sudah biasa.

yap! hal tadi karena faktor -terbiasa-. dibiasakan dengan hal yang terjadi sekali-dua kali efeknya berhari-hari. biasa tak dapat respon yang baik, maka akan jadi temperamental. biasa didiamkan, maka akan mendiamkan. biasa diacuhkan, maka akan merasa nyaman sendiri. hal-hal biasa buruk lainnya yang efeknya pun akan buruk.

seseorang yang terbiasa mendapatkan penghinaan, mungkin karena kekurangannya yang membuatnya merasa menjadi manusia paling bodoh sedunia. karena sikap orang-orang disekitarnya yang menjadikan dia selemah itu. tidak mampu berkomunikasi dengan baik hingga akhirnya diacuhkan orang-orang, sekalipun apa yang dikatakannya adalah suatu kebenaran.namun, karena ia merasa itu sudah biasa. akhirnya ia lebih senang mengisi waktunya dengan makhluk yang lain. setiap kali ada kucing yang lewat, akan ia tarik ke meja dan mengajaknya berbicara, seakan ia mengerti bahasa kucing. kudengar ia baru saja kena tipu karena ada yang mengancam adiknya hingga ia harus memberikan sejumlah uang kepada sang penipu.lihatlah? bukankah ia melakukan itu berdasarkan kasih sayang pada adiknya?!. kupikir, orang-orang yang mengejeknya karena kena tipu, apa punya kasih sayang?.
kucoba untuk senyum padanya siang tadi, dan ia enggan tak enggan menanggapi senyumku. mungkin ia malu atau bisa jadi ia menganggapku sedang mengejeknya mendengar berita kena tipu.
sulit ya ternyata mengembalikan hal yang sudah menjadi kebiasaan untuknya. bukannya aku mau so' pahlawan menjadi orang yang mengajaknya berbicara. tapi, toh apa salahnya? mereka butuh kita, agar percaya bahwa mereka juga punya hak yang sama. hak untuk diperlakukan dengan baik, dihargai sebagai makhlus sempurna yang diciptakan Allah.

Romanoff dan Dr.Banner dalam Avanger juga dua pahlawan yang menganggap dirinya monster. karena setiap kali bertarung mereka tahu mereka akan menang, which is they fight to kill-Tony Stark. terbiasa membunuh, walaupun yang dibunuh adalah musuhnya tetap saja ada perasaan bahwa pembunuh bukanlah pahlawan.
sumber: m2henough

jadi, intinya hati hati dengan hal-hal yang sering membiasakan diri-hati-pikiran. lama-lama akan menjadi bagian dari hidup kita loh! dan bukan main sulitnya untuk mengembalikan yang tidak biasa itu. kalau pun harus merasa biasa, semoga untuk hal-hal yang baik yang memberikan manfaat ya, bukan malah hanya menjatuhkan diri sendiri -,-

aku pun, sedang membiasakan diri dengan kursi yang baru. beradaptasi kembali.
semoga apapun yang akan kuhadapi, aku mampu aku kuat!
Bismillah~ Inshaa Allah~


Bandung, saat penglihatanku kembali hijau~

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Smile Maker

welcome Oct nothing different from me.. manusia tidak hidup sendirian di dunia ini tetapi di jalan setapak yang beda, setiap manusia berjalan sendirian berjalan, berlari dan sesekali berhenti semua jalan setapak itu berbeda-beda, namun menuju ke arah yang sama mencari suatu hal yang sama dengan satu tujuan yang sama hingga semakin dekat ke tujuan, manusia semakin menyadari bahwa di sepanjang jalan setapak yang sudah dilewati dia takkan pernah benar-benar sendiri manusia selalu bersama apa yang dia cari bersama tujuannya, yaitu Tuhannya *tanda tanya movie Tuhan, kali ini aku tidak ingin mengeluh tentang apa yang sedang kurasakan sekarang aku hanya ingin mengingat, betapa besar karunia yang telah Kau beri padaku Tuhan.. terimakasih telah menyempatkan hidupku untuk mengenalnya, mengenal dia yang mampu membuatku lupa setiap masalahku, sakitku. dia selalu menyemangatiku, menyadarkanku bahwa aku mampu, tidak meninggalkanku dalam kondisi apapun, he's my smile maker. ...

MIS

mochamad irsyad sapardiansyah ~~ 7 Oktober 1988 lucu, ga cakep, kata teh maya sih manis, kalo kata mamah ganteng :)) kalo kata unga dia ituuuu 'sisupersabar' =) sweet deh pokonya dari pertama ketemu sampe sekarang nih belum pernah deh unga dimarahin, yang ada juga unga yang marah-marah haha mungkin karena aa yang cuek jadi ga begitu suka kalo marah-marah dan lebih suka kalo ngalah aja jadi unganya yang ga ngerti-ngerti =D bodo ah yang penting dianya tetep sayang haha pengen cerita tentang perjalanan kita yang hampir 3 bulan ini dulu mungkin alesan unga mau nerima dia karena panas aja ga ada tanggepan terus dari sidia(oranglain yang sempet gw tunggu), jadi ya wajar kalo baru sebulan udah bosen(kan niatnya juga cuma pengen bikin cemburu sidia). eh tapi yah baru juga putus 1minggu kali, tiba-tiba hubungannya malah jadi deket, entah karena pengaruh mamah yang tiap hari nanyain kabar dia, entah karena sms dia yang ga ganggu, entah kangen, entah sepi, entah k...

Kake :)

Assalamualaikum kake... rasanya tak sopan jika cucumu ini menanyakan kabarmu disana semakin dekat dengan Sang Pencipta dikehidupan yang lebih abadi maafkan aku ke, pagi tadi hanya Al-Fatihah yang bisa kuhadiahkan untukmu.. lepas malam nanti kan ku hadiahi surah lain untukmu.. delapan tahun sudah, aku masih mengingat kata-kata terakhir yang kau ucapkan untukku Minggu pagi 12 Februari 2006, kau datang tanpa kabar sebelumnya, aku terkejut sekaligus senang untuk terakhir kalinya kita makan bersama, sayangnya kenapa saat itu aku tak ikut papah untuk mengantarkan kake pulang sebelum pergi kau berpesan padaku, bahwa aku harus kuat, harus pintar, agar kelak bisa menjaga kedua orang tuaku dengan baik. kake... cucumu kini tak semanja dahulu, seiring berjalannya waktu Allah menyelipkan banyak pelajaran hidup untukku kini aku sudah tak gengsi lagi untuk naik Angkutan Umum, bahkan tahun lalu aku selalu suka naik Damri kini aku sudah bisa berkendaraan sendiri, pulan...