Takkan pernah berhenti
Untuk selalu percaya
Untuk selalu percaya
Walau harus menunggu
Seribu tahun lamanya
Biarkanlah terjadi
Wajar apa adanya
Walau harus menunggu
Seribu tahun lamanya
Segala Puji Bagi Allah yang Maha Kuasa
Dua minggu terakhir, sepertinya Tuhan ingin memperingati saya bahwa saya bukan lagi seorang gadis kecil. Kebiasaan yang saya rasakan dikantor seiring berjalannya waktu, rasanya sekarang saya sudah bisa bilang 'no hurt feelings'. Kata ibu 'harus bisa ngendaliin nafsu, jangan kalah sama syetan'. That's the point. Sometimes, ego bikin saya pengennya nagis kejer, marah-marah. Kemarin itu bener" gak punya waktu buat nulis. Entah saking sibuknya, atau saking kebawa ego bahwa nulis gak akan menyelesaikan masalah.
Dulu saya pernah denger, bahwa setiap orang akan berbeda dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah. Dan biasanya tergantung pada tingkat pengalaman dan pendidikan. Nah!! ini yang sekarang baru dan mungkin lagi saya rasakan. Keberadaan ibu GA yang stau ruangan dengan saya, tidak membuat hari-hari saya jadi kelabu. Justru karena terpaut usia yang cukup jauh, ibu GA selalu jadi ibu kedua untuk saya. Yang menyeimbangi masalah-masalah saya. Dan yang paling saya suka, nasihat makan siang-nya. Jadi, hampir setiap jam makan siang, saya sempatkan untuk curhat, apapun itu. Lebih sering masalah kantor, sisanya baru haha hihi.
23 Agustus 2014
Adik sepupu saya menikah, dengan lelaki yang usianya agak jauh dengan dia. Yaa sewajarnya ada rasa khawatir disini. Namun, setelah akad nikah selesai, saya berdo'a meminta pada Allah agar melindungi saya dari rasa khawatir. Dan, alhamdulillah seketika hati saya tenang. (cara satu menghadapi masalah, berdo'a)
25 Agustus 2014
Kakak sepupu saya melahirkan seorang bayi perempuan. Sakitnya luar biasa, sampai saya yang hanya bisa melihat dan mendo'akannya ikut meneteskan air mata karena gak tega. Awalnya ada perasaan menyerah dan ingin melahirkan dengan operasi caesar. Namun, dengan teguh dan tindakan berani akhirnya Teteh melahirkan secara normal. Alhamdulillah, resmi jadi Onty. (cara dua menghadapi masalah, bertindak dengan berani)
- Agustus 2014
Dan sekian masalah lain yang memang hanya bisa saya pendam, hehe. Bukan gitu maksudnya, but tidak baik rasanya bila melibatkan seseorang sebagai penyebab masalah. Bisa saja bukan orangnya yang bermasalah, namun ada hal lain. Seperti cara komunikasi dan lain-lain. Melihat lebih banyak, mendengar lebih banyak, merasakan lebih banyak, akhirnya saya tahu, selain do'a saya juga bisa bertindak. Menjadi lebih dewasa, tidak mengikuti ego, cukup memohon ampun barangkali ini pembalasan Tuhan, dan menjalani hari berkikutnya dengan lebih baik. Maksudnya jangan sampai terulang masalah-masalah yang sama. (cara tiga menghadapi masalah, jangan jadi pengecut! be wise. Allah sudah menyiapkan pahala bagi siapapun yang terdzolimi dan masih mampu berbuat baik)
Lagu seribu tahun lamanya bukan tentang laki-laki atau siapapun yang saya tunggu. Absolutely dedicated for the Problem, hahaha.
semua akan datang saatnya, walau kini tak mampu menerima
"yaps, tunggu atau mungkin lebih tepat, jalani hingga terasa (tercipta rasa) nyaman dan-selesai."
Keren sekali Unga...
BalasHapusNice share...
Salam Blogger...
Andri Wiyasa
CINTA STIE STEMBI
hatur nuhun pak Andir sudah blogwalking
Hapus