Langsung ke konten utama

Menjadi Istimewa


Pernah merindukan kota kelahiran? Kota dimana kamu tinggal dan berkembang setiap hari disana. Ya, kemarin baru saja aku rasakan yang namanya rindu kampung halaman. Aku rindu Bandung.

Kurang dari satu minggu harus jauh dari rumah, jauh dari ibu, jauh dari senyaman-nyamannya tempat beristirahat.

Jakarta. Seharusnya sudah dari April lalu aku dan temanku datang ke kota ini. Kota yang besar, yang sepertinya tak pernah berhenti melelahkan siapapun didalamnya. Awalnya aku antusias sekali untuk datang ke kota ini. Entah karena aku ingin tahu yang namanya menjadi anak Kost, karena Jakarta, atau karena Dia.

Kemarin itu bisa dibilang pertama kalinya aku jauh dari ibuku untuk waktu yang lama. Kukira aku akan baik-baik saja, ternyata malam pertama saja badanku sudah demam. Aku jadi ingat pesan ayahku beberapa saat sebelum aku pergi, katanya “teteh disana kan lagi jadi musafir, kalo gak kuat shaum gapapa buka aja yaaa”. Selemah itulah aku, mungkin lebih tepatnya karena ayahku lebih tahu apa yang akan terjadi jika aku memaksakan sesuatu yang berat.

Pergi di minggu siang selepas shalat dzuhur.  Semalaman tidak bisa tidur, bukan karena kepergianku ke ibu kota tapi lebih tepatnya karena hari itu aku harus melaksanakan sidang Studi Kelayakan Bisnisku. Masih banyak yang belum kuyakini tentang penelitianku itu, berusaha menenangkan diri sendiri dan ternyata pada saat presentasi hanya segelintir kata dari semua kata yang telah ku konsep diucapkan. Waktu ashar sudah sampai di tempat aku dan temanku menginap. Kawasan yang sepertinya selalu sibuk, kawasaan perkantoran Setiabudi. Kost-an ku tepat didepan SMAN 3 Jakarta. Hari pertama menginjakan kaki di Jakarta, aku menyempatkan diri masuk ke kawasan Mall Terpadu yang juga mungkin satu gedung dengan salah satu stasiun televisi swasta, Senayan City. Kalau tanya ada apa disana? Isinya tidak jauh berbeda dengan PVJ, hanya saja memang bentuknya gedung bertingkat. Semua barang branded sepertinya ada disitu.

Hari kedua, saur pertama tanpa ibu(lagi). Untungnya kost-an menyediakan saur tidak gratis dengan menu ala kadarnya. Harganya 18.000/porsi. Kalau di Bandung 18.000 ituuuuuu, ah sudahlah. Selepas shubuh masih bisa menyempatkan diri membaca Al-Qur’an. Yaa walaupun malas-malasan setidaknya tidak ditinggalkan. Btw, menyelesaikan satu juz di sana entah kenapa lama sekali rasanya, baru rampung di shubuh ketiga, ampun. Tidur sebentar, lalu bangun dan bergerak ke tempat pelatihan di daerah Kuningan. Jalannya hanya sekitar 600m saja. Tapi karena udaranya panas, jadi aku memilih untuk pergi dengan ojek, baru saat pulang aku berjalan kaki. Ongkos ojek disana cukup mahal dan cara membawakan motornya ituuuuu hvt., jadi untuk mengirit ya lebih baik seperti itu. Buka puasa nya pun ala kadarnya, paling  beli satu porsi makanan di warteg depan. Dan kurang lebih hingga pelatihan selesai, kegiatanku hanya seperti itu saja. Walaupun begitu, rasanya dua kali lebih lelah dari mengerjakan semuanya di Bandung. Butuh perjuangan.

Yang membuatnya menjadi istimewa adalah, bertemu kawan lama. Yeaay, aku selalu suka bertemu teman yang satu ini. Dia selalu membawakanku cerita-cerita yang menakjubkan. Kemarin karena kami sedang ada di Ibu Kota, jadi ia mengenalkanku dengan ibu Kota. Sisi-sisi kota yang tak sempat terpikir olehku, diceritakannya. Dengan humor khas ala dirinya. Tak lupa menyisipkan kata Tuhan, dan pada akhirnya seperti sudah menjadi bahasan anak jaman sekarang, jodoh. Ada satu kalimat yang akan kuingat darinya, kita sudah sepakat bahwa setiap orang memiliki masa-masa nya, ada yang lekas berakhir, ada yang berkelanjutan. Dan ini, katanya ‘kita itu tinggal menata diri, menata hati, yakin gak nyampe tua juga pasti ketemu jodohnya’. Wajahnya memang tak serius menyatakan kalimat itu, tapi aku yakin, orang sepertinya tak pernah berucap dua kali dengan kalimat yang sama jika dia tidak serius. Aku selalu cinta dengan ceritanya, rasanya ingin kubuat menjadi tulisan agar siapapun bisa membacanya, tapi mungkin tidak sekarang, nanti ada part khusus untuknya di laman blogku.

Bukan hanya dia yang menemuiku di Jakarta, ada mba Yanti, teman dari kantor pusat yang sudah dengan tulusnya mencarikanku kost-an. Sama, ia juga memberiku banyak cerita, life style Jakarta yang begitulah~. Terimakasih mba Yanti :) .

Kanan Bawah --> Tempat Pelatihan
Dan satu lagi, seseorang yang mungkin menjadi tujuanku(dulu). Kami bertemu pada saat yang tepat. Saat dimana serangkaian pelatihanku selesai. Yeay, akhirnya aku bisa menikmati Jakarta dengan lebih manusiawi. Ia tak hanya mengenalkanku pada Jakarta, tapi juga membawaku berkeliling didalamnya. Mulai dari naik busway, commuterline, melihat Monas dari kejauhan(tepatnya dari kemacetan) sampai Kota Tua, tempat yang sudah lama ingin kukunjungi. Sayang, karena tiba dimalam hari jadi tak banyak yang bisa kuabadikan. Nanti, aku mau kesana lagi, dengan siapapun aku ingin lebih lama disana.

Jakarta, sebenarnya cukup menyedihkan. Bahkan ada yang aku sesalkan. Namun, kembali pada kalimat kesukaanku ‘it’s all about prespective’. Setidaknya, Jakarta cukup manis untuk ku kenang. Pernah hidup disana, walaupun sebentar, suatu hari akan menjadi cerita untuk siapapun yang ingin mendengarnya.

Banyak sekali yang ingin kujumpai disana, namun banyak dari mereka yang memiliki keterbatasan. Iya, terbatas oleh pacarnya yang cemburu padaku, terbatas oleh kesibukan kerjanya, terbatas oleh waktu, terbatas oleh kata ‘menyempatkan’. Sekali lagi aku sadar, bahwa jauh bukanlah tentang jarak, tapi tentang menyempatkan. Jadi kalau ada yang bilang kesempatan itu berharga, itu memang benar.

Terimakasih sudah menyempatkan untuk menjengukku di Jakarta. Sesungguhnya aku merasa berharga. Sampai jumpa gedung bertingkat, aku jatuh cinta pada city light disana, indah.



Jakarta, manis diakhir kemarin itu semoga tak membuatku candu berada dalam dekapanmu.


Bandung, 19 Juli 2014

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tebing Keraton - Bandung

Bandung 16 Agustus 2014 Bandung Hits Masa Kini, salah satu judul blog yang ditulis sepertinya oleh mahasiswa ITB itu menarik perhatian saya untuk membacanya. Saat saya baca, ternyata itu yang ada disana. Yak, TEBING KERATON! Beberapa kali melihat foto beberapa teman di media sosial sedang berada di Tebing Keraton. Awalanya saya pikir karena menggunakan nama ‘Keraton’ tempat ini bukanlah di Bandung, mungkin daerah sekitar Jawa Tengah atau Jawa Timur. Ternyata dari ulasan blog yang saya baca, tempat ini ternyata di Bandung, tepatnya di Desa Ciburial ±6km dari Taman Hutan Raya Djuanda(Dago Pakar).Eh iya, Tebing Keraton ini ternyata baru lahir awal Mei 2014 loh. Dengan antusias dan dorongan cerita beberapa teman yang sudah kesana, akhirnya saya mengajak teman untuk mengunjungi Si Bandung Hits Masa Kini tersebut. Sayangnya satu hari sebelum hari H, teman saya membatalkan kunjungan kesana karena ada acara lain. Kecewa sih, tapi manusia di dunia ini kan banyak, dan akhirnya ngec...

MIS

mochamad irsyad sapardiansyah ~~ 7 Oktober 1988 lucu, ga cakep, kata teh maya sih manis, kalo kata mamah ganteng :)) kalo kata unga dia ituuuu 'sisupersabar' =) sweet deh pokonya dari pertama ketemu sampe sekarang nih belum pernah deh unga dimarahin, yang ada juga unga yang marah-marah haha mungkin karena aa yang cuek jadi ga begitu suka kalo marah-marah dan lebih suka kalo ngalah aja jadi unganya yang ga ngerti-ngerti =D bodo ah yang penting dianya tetep sayang haha pengen cerita tentang perjalanan kita yang hampir 3 bulan ini dulu mungkin alesan unga mau nerima dia karena panas aja ga ada tanggepan terus dari sidia(oranglain yang sempet gw tunggu), jadi ya wajar kalo baru sebulan udah bosen(kan niatnya juga cuma pengen bikin cemburu sidia). eh tapi yah baru juga putus 1minggu kali, tiba-tiba hubungannya malah jadi deket, entah karena pengaruh mamah yang tiap hari nanyain kabar dia, entah karena sms dia yang ga ganggu, entah kangen, entah sepi, entah k...

Posting Ketiga Saya

saya ini kelas 3 SMA. sekolah saya mempunyai orang orang yang hebat dalah bidang pendidikan. disana saya punya beberapa pendidik yang cukup dekat dengan saya(dekat dalam arti yg wajar!!) . yaa namanya juga kelas 3, jadi lebih banyak kenal dari juniornya walaupun kadang suka so kenal tentang sekolahnya apalagi pendidiknya(haa). saya punya sebuah pengalaman tentang ini. anak SMA biasanya suka dengan hal yang menyinggung perasaan. ituloh cinta-cintaan. suatu hari saat saya berbincang tentang suatu hubungan(pacaran) dengan sahabat saya di sela jam pelajaran, saat itu ada seorang pendidik yang ikut dalam perbincangan kami dan berkata "saat kamu menjadi seorang istri, di sakiti sebagaimana sakitnya pun kamu akan mendapat pahala karenanya, tapi saat kamu belum menjadi seorang istri kamu hanya akan mendapat sebuah kerugian". coba deh temen temen resapi. itu bener banget loh. kadang kita bisa frustasi banget cuma gara-gara ga dapet kabar dari pasangannya. tapi giliran dapet PR HITUNGA...