Selamat ulang tahun, Mah
Dua puluh empat juli dua ribu empat belas. Empat puluh enam tahun sudah kau ada di dunia ini, Mah.
Akhirnya aku bisa mempersembahkan sesuatu untukmu, dihari ulang tahunmu.
Anakmu kini sudah tumbuh dengan lebih baik yah, Mah. Maaf jika satu minggu yang lalu aku pulang dengan tangis dan peluk erat. Tanpa bisa menjelaskan apa yang terjadi. Ampuni aku, Mah. Aku hanya tidak ingin membuatmu sedih. Aku hanya ingin melihat senyum dari bibir indahmu.
Kemarin itu, tak ku kira dengan kehendak Allah, kita dapat berkumpul dirumah. Rumah mungil yang bukan dikota. Ingatkah, kau pernah bergumam, Ramadhan tahun ini semoga bisa melaksanakan buka bersama keluarga besar di rumah kita. Dan, lihatlah Mah, Allah mengabulkan apa yang bahkan hanya kau gumamkan.
Mamah, izinkan aku berpesan yah,
Kumohon, jangan bersedih lagi. Jangan menganggap Mamah hanya sendiri disini.
Mungkin ada orang yang Mamah harapkan ada namun tak ada untuk Mamah, tapi lihatlah, ada kami disini yang dengan tulus ada untuk Mamah. Jangan malu-malu untuk mengirim pesan singkat atau bahkan menelepon aku diwaktu istirahat. Tidak hanya aku, mungkin teman-temanku pun akan dengan senang hati membalas setiap pesanmu. Apalah arti seratus lima puluh rupiah demi menyenangkan hati Mamah. Jika kami lambat membalas, bukan karena kami malas, tapi ada sesuatu di kantor yang terkadang membuat kami lepas kontrol. Tunggulah, kami tidak akan mengecewakanmu.
Berceritalah pada kami Mah, jangan lagi kau bilang tak ada tempat berbagi. Selelah apapun aku, setiap malam aku selalu ingin mendengar apa yang kau lakukan hari itu. Jadi, jangan sungkan untuk berbagi denganku ya...
Mamah, kini aku ingin memohon ampun,
Maafkan aku atas kesalahan-kesalahan kecil hingga besar yang malah merepotkanmu, yang memberikan kemudhorotan untukmu. Ampuni aku Mah.
Maaf karena tak banyak yang bisa kupersembahkan untukmu kini, do'akan aku agar tahun depan saat kau berulang tahun, aku sudah lebih baik dari hari ini yah, sudah menjadi wisudawati seperti yang kau inginkan.
Kado kecil yang kuberikan itu semoga menyamankan setiap sujud pertemuanmu dengan-Nya. Semoga menjadi berkah untukmu, untukku, dan untuk perantara pemberi rezekiku. Juga berkah untuk orang-orang yang ada dalam setiap do'amu.
Mamah, seperti do'amu, kelak aku akan mendapatkan pasangan yang menyayangiku, menyayangimu dan keluarga kita. Sejujurnya aku ingin menangis, saat selepas ashar kemarin dengan hujan gerimis yang masih mengguyur, kau memohon kepada Allah atas jodohku. Mungkin kau melihat kekhawatiranku kemarin. Tapi hari ini, percayalah aku sudah jauh lebih baik, Mah.
Selamat ulang tahun, Mamah. Semoga Allah senatiasa melindungimu dari kedzoliman, memberikanmu kesehatan, keberkahan disetiap langkahmu. Mamah selalu punya cara untuk membahagiakan orang lain, unga yakin Allah akan membalas semuanya, Mah. Percayalah, kita akan lihat sebentar lagi.
Terimakasih Tuhan, telah melahirkanku dari seorang wanita tangguh sepertinya. Aku mencintai ibuku, karena-Mu.

Komentar
Posting Komentar
Berbagilah, karena itu indah :)