Langsung ke konten utama

With or Without

"jauh itu bukanlah jarak, tapi tentang menyempatkan diri untuk menjadi lebih dekat"


beberapa hari ini hobi menulis dan membacaku sedang pada tempat yang berbeda
bukan disini, di kompasiana, atau ditempat biasa aku menyembunyikan rasaku
tulisan dan bacaanku sedang didominasi serial angka-angka yang tersusun tidak rapi

beberapa hari ini aku disibukkan dengan menjadi operator telepon amatir. tempat dimana aku menghabiskan waktu seharian lima hari dalam seminggu ini sedang kebanjiran pesanan. hingga aku harus bekerja dengan extra semangat karena hampir setiap hari aku harus pulang malam. rasanya berbeda saat harus pulang malam dari kantor, sesungguhnya aku memang sering pulang malam karena kuliah, tapi yang ini berbeda.

sedikitpun aku tak ingin mengeluarkan sekedar kata ataupun kalimat keluhan. walau harus memutar otak bagaimana tentang pelajaran yang ketinggalan dikampusku dan apakah sudah semua nomor telepon kuhubungi?!.

kopi yang kuminum tak lagi satu gelas, gelas kedua yang menyemangatiku saat senja sudah pulang. rasanya kemarin perasaanku baik-baik saja. tak ada yang salah, entah karena aku berusaha mengontrol keadaanku agar tidak sakit. atau memang keadaannya seperti itu.

ini tentang kejujuranku. mungkin sakit jika harus kuucapkan langsung. tadinya akan kutulis ini di tempat persembunyianku. namun untuk apa kusembunyikan, toh aku menyebutnya ini sebuah kejujuran.

entah mulainya dari kapan. tapi aku sadar tak ada lagi teman atau apapun namanya yang dapat "kubagi" lagi. sungguh kasar yah kalimatku barusan. tapi bagaimana lagi, pada akhirnya aku hanya ingin membagi ceritaku pada ibu. kurasa ibu tak akan pernah mengecewakanku. tak akan pernah melakukan penolakan. tidak akan pernah bersikap seolah baik terhadapku. saat aku salah, ia akan menjadi orang yang memberikanku pengertian dengan caranya. ibu tak akan menjadi pemberi harapan palsu. ibu akan berkata tak sanggup sejak awal jika memang tak bisa mengiyakan keinginanku. ibu tidak akan menjadi makhluk yang hanya bisa menyenangkan dengan kata-katanya.

mungkin aku salah, tapi inilah kejujuranku. aku tahu apa yang sedang kujalani sekarang. dan kurasa semua akan baik-baik saja. ada ibu yang tak pernah lelah denganku. yang bisa kupeluk kapanpun. yang tak perlu kubayangkan apakah ibu benar-benar ada untukku. karena sesungguhnya ibu memang tidak pernah meninggalkanku.

aku punya seseorang yang disebut teman, yang jika sedang bersenang-senang aku tak pernah dibaginya. dan ia akan datang lagi dengan beban-beban hidupnya. kuharap aku tak menjadi seperti itu untuk siapapun. karena aku tahu bagaimana rasa sakitnya. kalau ada istilah teman itu saling menerima dalam keadaan apapun. mungkin itu berlaku zaman dahulu. sekarang apa masih berlaku?

"kok udah lama gak liat senyumnya unga?!" seseorang memberikan pertanyaan sekaligus pernyataan.
aku baru sadar diamku ini membawa efek yang kurang baik. raut wajahku mungkin menjadi tidak enak dipandang. dan aku lebih sering marah-marah sekarang. aku juga pernah berkata pada seseorang bahwa aku hanya ingin seperti dahulu yang diam dan tak banyak bicara. terserah orang mau menyebutku judes. jutek atau apapun. setidaknya saat itu aku tak pernah merasa kecewa.


aku jadi mengingat mereka yang ada saat dahulu. mereka yang setia yang benar-benar selalu ada. dimana mereka skarang?! aku rindu. semoga mereka selalu dalam lindungan-Mu. 

walaupun seperti ini, aku memang tak bisa hidup tanpa orang lain. tapi setidaknya aku tak ingin hanya sekedar membuat mereka menghabiskan waktunya untuk mendengar ceritaku. aku ingin lebih mandiri, tak ingin lagi bergantung selain pada yang seharusnya. 

maafkan aku yaaaa, aku sudah tak punya tenaga untuk mengekspresikan semuanya, maaf~

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Smile Maker

welcome Oct nothing different from me.. manusia tidak hidup sendirian di dunia ini tetapi di jalan setapak yang beda, setiap manusia berjalan sendirian berjalan, berlari dan sesekali berhenti semua jalan setapak itu berbeda-beda, namun menuju ke arah yang sama mencari suatu hal yang sama dengan satu tujuan yang sama hingga semakin dekat ke tujuan, manusia semakin menyadari bahwa di sepanjang jalan setapak yang sudah dilewati dia takkan pernah benar-benar sendiri manusia selalu bersama apa yang dia cari bersama tujuannya, yaitu Tuhannya *tanda tanya movie Tuhan, kali ini aku tidak ingin mengeluh tentang apa yang sedang kurasakan sekarang aku hanya ingin mengingat, betapa besar karunia yang telah Kau beri padaku Tuhan.. terimakasih telah menyempatkan hidupku untuk mengenalnya, mengenal dia yang mampu membuatku lupa setiap masalahku, sakitku. dia selalu menyemangatiku, menyadarkanku bahwa aku mampu, tidak meninggalkanku dalam kondisi apapun, he's my smile maker. ...

MIS

mochamad irsyad sapardiansyah ~~ 7 Oktober 1988 lucu, ga cakep, kata teh maya sih manis, kalo kata mamah ganteng :)) kalo kata unga dia ituuuu 'sisupersabar' =) sweet deh pokonya dari pertama ketemu sampe sekarang nih belum pernah deh unga dimarahin, yang ada juga unga yang marah-marah haha mungkin karena aa yang cuek jadi ga begitu suka kalo marah-marah dan lebih suka kalo ngalah aja jadi unganya yang ga ngerti-ngerti =D bodo ah yang penting dianya tetep sayang haha pengen cerita tentang perjalanan kita yang hampir 3 bulan ini dulu mungkin alesan unga mau nerima dia karena panas aja ga ada tanggepan terus dari sidia(oranglain yang sempet gw tunggu), jadi ya wajar kalo baru sebulan udah bosen(kan niatnya juga cuma pengen bikin cemburu sidia). eh tapi yah baru juga putus 1minggu kali, tiba-tiba hubungannya malah jadi deket, entah karena pengaruh mamah yang tiap hari nanyain kabar dia, entah karena sms dia yang ga ganggu, entah kangen, entah sepi, entah k...

Kake :)

Assalamualaikum kake... rasanya tak sopan jika cucumu ini menanyakan kabarmu disana semakin dekat dengan Sang Pencipta dikehidupan yang lebih abadi maafkan aku ke, pagi tadi hanya Al-Fatihah yang bisa kuhadiahkan untukmu.. lepas malam nanti kan ku hadiahi surah lain untukmu.. delapan tahun sudah, aku masih mengingat kata-kata terakhir yang kau ucapkan untukku Minggu pagi 12 Februari 2006, kau datang tanpa kabar sebelumnya, aku terkejut sekaligus senang untuk terakhir kalinya kita makan bersama, sayangnya kenapa saat itu aku tak ikut papah untuk mengantarkan kake pulang sebelum pergi kau berpesan padaku, bahwa aku harus kuat, harus pintar, agar kelak bisa menjaga kedua orang tuaku dengan baik. kake... cucumu kini tak semanja dahulu, seiring berjalannya waktu Allah menyelipkan banyak pelajaran hidup untukku kini aku sudah tak gengsi lagi untuk naik Angkutan Umum, bahkan tahun lalu aku selalu suka naik Damri kini aku sudah bisa berkendaraan sendiri, pulan...