Langsung ke konten utama

Pertemuan

ini tentang pertemuan
sedari tadi menatap monitor, ada stu gambar yang ingin ku posting tapi tak tahu akan kuselipkan apa didalamnya. dan akhirnya aku hanya ingin menyelipkan beberapa cerita.

manusia mungkin tak bisa hidup sendiri, tapi untuk menjalani kehidupannya sendiri mungkin bisa saja.

kemarin sore aku mendapat kabar tentang seseorang yang dipertemukan Tuhan dengan jodohnya. ia tak mengenal istilah pacaran, hari pertemuan itu pertama kalinya dan langsung menjadi hari lamaran untuknya. sesungguhnya ini pertemuan yang selelau aku idamkan. sudah cerita ketiga kisah nyata tentang jodoh yang kudengar seperti ini. namun, jika kurunut perjalananku, mungkinkah Tuhan mempertemukan jodohku dengan cara seperti ini? tentu tidak, karena sudah ada dua lelaki yang datang kepadaku di masa lalu, dan ternyata ada akhir dari perjalanan kami yang tidak lebih baik.

beberapa bulan yang lalu aku menghadiri pesta ulang tahun anak dari temanku. awalnya aku terkejut saat mendengar berita bahwa ia sudah melahirkan seorang putra. kami baru saja lulus tahun kemarin. secepat itukah ia memutuskan untuk menikah?!. selama beberapa hari aku dibayang-bayangi pertanyaan dan pernyataan yang sesat. hingga akhirnya aku dan seorang temanku meminta alamat rumahnya dan berniat untuk mengunjungi keluarga kecilnya. saat datang aku melihat ada seorang bayi mungil menyambut kedatangan kami. aku hanya bisa tersenyum sambil saling tatap dengan temanku. kami disuguhi semangkuk baso dan setumpuk cerita darinya. ternyata semua pertanyaan dan pernyataan aku salah. tak ada yang salah dengan pernikahannya. ramadhan tahun lalu aku mengunjungi rumahnya lagi, dan kali ini aku bertemu dengan suaminya, suaminya bertanggung jawab. mencukupi segala kebutuhan hidup dia dan putranya. memang terpaut usia yang cukup jauh, tetapi itulah rencana Tuhan, manusia kan kerjaannya hanya mengira-ngira saja.

untuk yang ini aku agak bingung mengenai alasannya. sudah sama-sama memiliki usia yang tidak muda lagi. mereka menikah dalam keadaan yang cukup sulit. bukan sulit dalam masalah ekonomi. sulit karena seorang janda menikah dengan pria beristri. katanya, ini cinta lama bersemi kembali. sedari muda dahulu, mereka saling jatuh cinta, tetapi tak melanjutkan hubungannya ke pernikahan, entah apa alasannya. dan setelah sekian puluh tahun, tiba-tiba memutuskan bersama. namun menurutku tidak dengan cara yang tepat. rasanya cukup banyak yang mereka korbankan hanya untu bersama. tetapi sekali lagi, pertemuan yang dibuat Tuhan mempunyai cara yang berbeda-beda yah.



ayah dan ibuku. sekilas jika mendengar ceritanya, mungkin beberapa temanku yang sudah tahu hanya akan menyimpulkan mereka itu cinta lokasi. sama-sama mengambil studi di universitas, berhubungan dalam suatu organisasi, sehingga harus sering terlibat satu sama lain. ibuku cerita bahwa ayahku dulu sering menyindirnya dengan sebutan 'cina' iya itu karena wajah ibuku yang sangat oriental, cantik. dan inilah yang namanya jodoh. ayah meminang ibu bukan karena ia cantik, pintar bernyanyi dan sama-sama menyukai musik, tetapi ayah meminang ibuku karena teringat masa lalunya yang pernah menjadi 'ibuku'. ibuku seorang divable yang cantik. dari umur tiga tahun virus polio membuatnya berjalan dengan satu kaki. dan karena ibuku bukan orang yang pemalu. ia tetap aktif berkegiatan dengan long cavo yang dipakainya. ayahku dulu juga begitu dan mu'jizat Allah membuatnya berjalan normal kembali. ayahku bilang, ibuku lebih cantik dari perempuan manapun, karena kekurangannya tak menjadi alasan ia hidup as normal as posible. aku bangga terlahir dari ayah dan ibu seperti mereka. ibuku memang cantik, lihat saja aku jika tidak percaya. =). dan cerita ini membuatku sangat yakin, bahwa setiap manusia sudah ditakdirkan akan bertemu dengan jodohnya.

satu lagi, ada beberapa orang disekitarku yang akhirnya berjalan sendiri. alasannya beragam. lebih banyak karena trauma. ada juga yang menahan nafsu, karena tidak mampu. dan ini, kurasa bukan karena mereka tak Tuhan pertemukan dengan jodohnya. sudah tercatat di Al-qur'an segala ketentuannya. memang sebenarnya salah jika kita tak berusaha. namun jika sudah berusaha dan hasilnya nihil. berarti Tuhan telah menyiapkan yang jauh lebih baik. satu saja pesanku, sesungguhnya mereka merasa sepi, jadi jangan menganggap kepura-puraan bahwa mereka baik-baik saja itu dengan omongan yang menyedihkan. lebih baik, kita do'akan saja agar dalam jalannya, mereka bertemu orang-orang yang mau  memberikan arti bahwa hidup ini juga indah. dan kelak pada masa tuanya, ada seseorang entah saudara, keponakan, bahkan anak tetangga yang mau merawatnya. mungkin kita bisa jadi salah satunya. kenapa tidak, toh kita juga butuh ladang untuk menyiapkan bekal akhirat.

itulah pertemuan, aku masih ingat saat mata kuliah tafakur semester lalu. "bahwa Allah tidak akan memasangkan kita dengan jodoh yang buruk. bahwa jodoh itu ada dua macam, antara takdir dan pilihan, dan Allah tidak mungkin menakdirkan seorang muslim dengan orang yang menjadikannya jauh dari surga, jadi jika ada sepasang yang menikah dalam perbedaan aqidah tentunya itu bukan takdir Tuhan, itu hanya pilihan saja."

namun, apapun jadinya. bagaimanapun proses pertemuannya. tergantung dari sudut pandang yang kita lihat. terkadang kita hanya melihat sisi yang ingin kita lihat, padahal Tuhan telah menyediakan sisi lain yang lebih indah untuk dilihat. yakinlah, bagi siapapun yang merasa belum dipertemukan oleh Tuhan, sesungguhnya kita hanya tinggal menunggu waktu yang tepat, toh usaha sudah, berdo'a juga sering. jangan takut! Allah tidak akan mengecewakan siapapun yang datang kepada-Nya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Smile Maker

welcome Oct nothing different from me.. manusia tidak hidup sendirian di dunia ini tetapi di jalan setapak yang beda, setiap manusia berjalan sendirian berjalan, berlari dan sesekali berhenti semua jalan setapak itu berbeda-beda, namun menuju ke arah yang sama mencari suatu hal yang sama dengan satu tujuan yang sama hingga semakin dekat ke tujuan, manusia semakin menyadari bahwa di sepanjang jalan setapak yang sudah dilewati dia takkan pernah benar-benar sendiri manusia selalu bersama apa yang dia cari bersama tujuannya, yaitu Tuhannya *tanda tanya movie Tuhan, kali ini aku tidak ingin mengeluh tentang apa yang sedang kurasakan sekarang aku hanya ingin mengingat, betapa besar karunia yang telah Kau beri padaku Tuhan.. terimakasih telah menyempatkan hidupku untuk mengenalnya, mengenal dia yang mampu membuatku lupa setiap masalahku, sakitku. dia selalu menyemangatiku, menyadarkanku bahwa aku mampu, tidak meninggalkanku dalam kondisi apapun, he's my smile maker. ...

MIS

mochamad irsyad sapardiansyah ~~ 7 Oktober 1988 lucu, ga cakep, kata teh maya sih manis, kalo kata mamah ganteng :)) kalo kata unga dia ituuuu 'sisupersabar' =) sweet deh pokonya dari pertama ketemu sampe sekarang nih belum pernah deh unga dimarahin, yang ada juga unga yang marah-marah haha mungkin karena aa yang cuek jadi ga begitu suka kalo marah-marah dan lebih suka kalo ngalah aja jadi unganya yang ga ngerti-ngerti =D bodo ah yang penting dianya tetep sayang haha pengen cerita tentang perjalanan kita yang hampir 3 bulan ini dulu mungkin alesan unga mau nerima dia karena panas aja ga ada tanggepan terus dari sidia(oranglain yang sempet gw tunggu), jadi ya wajar kalo baru sebulan udah bosen(kan niatnya juga cuma pengen bikin cemburu sidia). eh tapi yah baru juga putus 1minggu kali, tiba-tiba hubungannya malah jadi deket, entah karena pengaruh mamah yang tiap hari nanyain kabar dia, entah karena sms dia yang ga ganggu, entah kangen, entah sepi, entah k...

Kake :)

Assalamualaikum kake... rasanya tak sopan jika cucumu ini menanyakan kabarmu disana semakin dekat dengan Sang Pencipta dikehidupan yang lebih abadi maafkan aku ke, pagi tadi hanya Al-Fatihah yang bisa kuhadiahkan untukmu.. lepas malam nanti kan ku hadiahi surah lain untukmu.. delapan tahun sudah, aku masih mengingat kata-kata terakhir yang kau ucapkan untukku Minggu pagi 12 Februari 2006, kau datang tanpa kabar sebelumnya, aku terkejut sekaligus senang untuk terakhir kalinya kita makan bersama, sayangnya kenapa saat itu aku tak ikut papah untuk mengantarkan kake pulang sebelum pergi kau berpesan padaku, bahwa aku harus kuat, harus pintar, agar kelak bisa menjaga kedua orang tuaku dengan baik. kake... cucumu kini tak semanja dahulu, seiring berjalannya waktu Allah menyelipkan banyak pelajaran hidup untukku kini aku sudah tak gengsi lagi untuk naik Angkutan Umum, bahkan tahun lalu aku selalu suka naik Damri kini aku sudah bisa berkendaraan sendiri, pulan...