pagi ini ada yang berbeda, bukan adik kecilku yang membangunkanku tetapi papah. yah adikku sedang berada diluar kota dan aku sangat merindukannya.
aku dan papah, lahir dibulan yang sama, Maret, hari ini papah berulang tahun. sudah empat puluh tujuh tahun papah berjuang di dunia ini. tak banyak sifat yang berbeda dari kami, yah mungkin karena tanggal lahir kami yang berdekatan. hampir dua puluh satu tahun sudah aku bangga menjadi putrimu. selama dua belas tahun lebih kau tak pernah lelah memastikanku sampai ke sekolah dengan selamat. bahkan saat awal kuliahku, kau setia menanti kepulanganku di parkiran kampus biru. kau selalu mengingatkanku, bahwa apapun yang kulakukan hari ini, kenanglah lalu tinggalkan yang buruk dan perbaiki yang kurang sempurna. kau mengajariku dengan cara yang sama setiap harinya, dari masa kanak-kanakku hingga saat ini, kau masih mendidikku dengan cara yang sama. penuh perhatian dan kelembutan. setiap malam kau dan ade selalu memastikan lelapku, apakah aku sudah memakai selimutku, apakah aku tidur dalam posisi yang baik.
aku selalu rindu, saat-saat aku diajari olehmu, tentang pelajaran disekolah, tentang musik, tentang olahraga, dan yang paling kusuka adalah tentang hidup. kau tak pernah meninggalkan ajaran Allah dalam setiap pelajaran hidup yang diberikan. kau ajarkan aku untuk mengenal dunia, bukan tentang menggapai cita setinggi langit, tetapi tentang cara agar tetap bisa berdiri di dunia hingga langit yang seolah mendekatiku. dan yang paling kusuka adalah pelajaran tentang kasih sayang dan berbagi. kau dan pendamping setiamu mengajarkanku untuk menyayangi siapapun tanpa pamrih, kau mengajarkanku arti dari ketulusan, saat tidak ada tempat yang mampu menerima saat dimana aku tahu hanya Allah tempatku seharusnya bergantung. kau ajarkan aku untuk berbagi dalam keadaan apapun, kau berpesan dengan tegas, bahwa aku tak boleh menolak siapapun yang datang, siapapun yang meminta bantuan. dan satu lagi, jangan pernah mengaharapkan apapun untuk semua itu. yaaaaaa sejujurnya aku belum sehebat itu pah.
kini, biarpun tak lagi kau ada disetiap pergi dan pulangku. namun aku tahu, sepanjang pendewasaanku sesungguhnya kau ada disisiku, mengawasiku dalam setiap langkah yang ku ambil. suatu hari nanti, mungkin tidak lama lagi, tugasmu itu sudah berpindah pada lelaki yang kelak akan meminangku. dan kuharap, lelaki itu adalah yang terbaik yang beruntung telah kau ridhoi untuk menjadi imamku.
pagi ini hanya tiga porsi nasi kuning komplit dan satu dus brownies cokelat pandan yang bisa ku persembahkan untuk merayakan bertambahnya umurmu. tetapi ada satu hal yang selalu kupersembahkan dengan tulus, do'a dalam setiap pertemuanku dengan Allah. untaian do'a yang tak perlu kuucapkan disini yah pah, sama seperti do'a yang selalu kau persembahkan untuk istrimu, putra-putrimu. biarkan hanya Allah dan malaikat yang tahu.
kami sangat menyayangimu, pah. peluk kecup dari putri kecilmu yang sedang berjalan mendaki.


Komentar
Posting Komentar
Berbagilah, karena itu indah :)