Langsung ke konten utama

Satu Cerita Dua Blog

Cerita yang bersamaan ditulis oleh Yudith. (http://yudithtrisusetio.wordpress.com/ )


27 Feb 2014
kamis sore itu dia bertanya padaku, jika pekan ini ia datang ke kota kesayangannya, apa aku mau menemaninya?!
yaa, sesungguhnya aku sudah ada janji dengan temanku yang lain, dan kukatakan itu padanya, hingga akhirnya jum'at pagi ia menghubungiku lagi dan berkata tanpa kata 'jika'.
kupikir, kapan lagi ia ke Bandung, lagi pula dulu aku sempat mengecewakannya saat ulang tahunku tahun lalu, yaa aku membatalkan janjiku.

1 Maret 2014
sabtu pagi, ia memberi kabar sudah dalam perjalanan dari Depok menuju Bandung. hari itu sungguh sangat sibuk sekali, sedari pagi aku dan ibuku harus pergi untuk melihat saudara yang baru saja terlahir ke dunia, seorang bayi mungil yang cantik, bernama Alesha. aku sedikit khawatir, siang nanti aku belum sampai di Bandung, aku juga sengaja tidak memberitahu dia karena aku takut persepsi ia salah jika aku bilang aku pergi ke tempat yang jaraknya cukup jauh. untungnya tepat pukul 11.00 wib aku tiba dirumah.

terminal leuwi panjang, ya disana kita berjanji untuk bertemu. karena ada yang harus ku kerjakan, ia jadi harus menunggu aku sebentar lagi.
tahu apa kata pertama yang ia ucapkan saat melihat aku setelah empat tahun tak bertemu?
"gendut" itu katanya, sungguh sangat terkesan hingga saat aku menulisnya disini.

kami langsung meneruskan perjalanan kami di Bandung, kota kesayangannya.
Mesjid Raya Bandung~
lepas dzuhur disana sejujurnya kami bingung mau kemana, niat dari awalnya ingin melihat pembukaan Taman Musik Bandung di daerah Centrum Bandung, tetapi karena khawatir acaranya belum dimulai jadi kami meutuskan untuk pergi ke tempat -kesayangan- dia. sampai disana kupikir aku mau dibawa kemana, ternyata kami ke tampat dimana orang-orang bertransaksi segala sesuatu tentang sepeda. aku dikenalkan dengan orang-orang hebat disana. dia bercerita segala macam tentang sepeda dan teman-temannya, bahkan ia memberi satu bahan penelitian tentang sepeda untuk skripsi jurusan Manajemen, mungkin nanti akan ku beritahu temanku di jurusan Manajemen, karena aku sendiri kan anak Akuntansi, bukan tidak berguna hanya saja belum terpikir sejauh itu. disana kami cukup lama, karena hujan tiba-tiba mengguyur Bandung yang sedang diterangi Matahari. 

hujan masih mengguyur Bandung, kami memutuskan untuk pergi karena jika terus menunggu reda, sepertinya kami akan terus ditempat itu. -makan- yah aku sudah sangat butuh nutrisi saat itu, tetapi karena malu-malu ku biarkan dia yang tahu dengan kode-kodeku. sampai di tempat sejuta umat, ya dimana lagi kalo bukan kawasan Mall terpadu di daerah jalan Merdeka. dan tahu apa saja yang kami lakukan, hanya naik ke lantai 2 mampir ke sebuah toko tanpa membeli apa-apa, lalu naik ke lantai tiga dan membeli satu porsi okonomiyaki. yah sesungguhnya aku sangat lapar saat itu tetapi lagi-lagi kubiarkan ia yang memutuskan, karena hari itu sesungguhnya aku hanya sedang menemaninya di Bandung. oiya ada satu lagi, case iphon* berwarna kesukaanku yang dia beli, ingatkah sesungguhnya itu milikku?!.

kami melanjutkan lagi perjalanan ke tempat penuh kenangan, kenangan untuknya juga untukku. banyak sekali cerita yang berkesan dan tak bisa ia lupakan disana, aku juga sungguh, tempat itu selalu menjadi kenangan untukku. daerah belakang kampus yang terkenal dengan intstitut teknik terbaik di Bandung. kami makan disana, agak pusing memang, saat aku tidak makan ayam sementara menu disana sebagian besar berbahankan ayam, untungnya ada tempat langganannya yang mempunyai menu daging sapi. cukup lama kami disana, sambil becerita tentang masa lalu, menghangatkan suasana yang masih dingin karena hujan yang belum juga reda.

dari sana kami melanjutkan perjalanan kami ke daerah atasnya Bandung, jangan terlalu jauh berpikir, karena kami bukan mau mengunjungi tempat romantis yang biasa dikunjungi pasangan baru, kami hanya mampir kerumah salah satu temannya, lagi-lagi untuk membeli perlengkapan sepeda yang sudah ia pesan. ada satu yang lucu, temannya mendoakan kami agar memiliki hubungan yang baik-baik saja kedepannya, dan secara refleks kami meng-aminkan pernyataannya. yaa hubungan kan tidak selalu tentang pacaran, toh kami yang sudah bertahun-tahun tak bertemu saja masih berkomunikasi dengan baik. mungkin itu maksudnya.

matahari sudah tak lagi menerangi, sudah gelap, sudah reda pula hujannya. kami memutuskan untuk pergi kerumah budhenya. untuk menyimpan barang-barang yang sudah dia beli dan perlengkapan yang ia bawa dari Depok. kupikir sudahlah sekalian saja ia pulang, lagi pula itu masih petang, aku masih berani pulang sendiri. tetapi karena ia bilang tak pernah tega meninggalkan seorang gadis dijalan sendirian, akhirnya ia mengantarkanku pulang kerumah. sesungguhnya aku sangat khawatir, jika ia mengantarkanku pulang, lalu nanti siapa yang mengantarkannya pulang. jarak dari rumahku ke rumah budhenya sekitar dua belas kilometer. ini sudah malam, apa masih ada angkutan umum yang menuju kesana. dengan tenang ia berkata padaku semuanya akan baik-baik saja. sebelum benar-benar pulang tak lupa ia membelikanku buah tangan untuk dibawa pulang, katanya sih untuk orang rumah.

malam itu, aku sangat lelah. sesampainya dirumah tak kuasa aku untuk langsung tidur. aku menunggu kabaranya walaupun akhirnya aku tertidur, setidaknya sempat kubaca pesannya bahwa ia sudah sampai.
day one


2 Maret 2014
seharusnya hari ini kami tak lagi bertemu, karena janjiku hanya satu hari saja menemaninya. tetapi karena kebetulan aku ada rencana pergi dengan teman-temanku, sebelumnya aku bertemu dengannya lagi untuk menemaninya makan siang dan mengantarnya pulang ke terminal. walau pada akhirnya ia pergi sendiri ke terminal, karena aku sudah ada janji dengan teman-temanku yang lain. tega, hanya saja keadaannya sama teganya jika terlalu lama kubiarkan teman-temanku menunggu.

dua hari kemarin sungguh indah, setidaknya setelah sekian lama aku tak biacara dengan orang yang satu pikiran denganku, akhirnya aku bisa lagi mengenang masa-masa termanisku dahulu. masa dimana aku sangat menikmati indahnya hidup, tanpa harus memikirkan laporan keuangan yang belum selesai, memikirkan bagaimana nasib pekerjaanku kedepannya.

biarpun hanya menemani, tetapi sungguh kemarin itu sangat berkesan.

U!




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Smile Maker

welcome Oct nothing different from me.. manusia tidak hidup sendirian di dunia ini tetapi di jalan setapak yang beda, setiap manusia berjalan sendirian berjalan, berlari dan sesekali berhenti semua jalan setapak itu berbeda-beda, namun menuju ke arah yang sama mencari suatu hal yang sama dengan satu tujuan yang sama hingga semakin dekat ke tujuan, manusia semakin menyadari bahwa di sepanjang jalan setapak yang sudah dilewati dia takkan pernah benar-benar sendiri manusia selalu bersama apa yang dia cari bersama tujuannya, yaitu Tuhannya *tanda tanya movie Tuhan, kali ini aku tidak ingin mengeluh tentang apa yang sedang kurasakan sekarang aku hanya ingin mengingat, betapa besar karunia yang telah Kau beri padaku Tuhan.. terimakasih telah menyempatkan hidupku untuk mengenalnya, mengenal dia yang mampu membuatku lupa setiap masalahku, sakitku. dia selalu menyemangatiku, menyadarkanku bahwa aku mampu, tidak meninggalkanku dalam kondisi apapun, he's my smile maker. ...

MIS

mochamad irsyad sapardiansyah ~~ 7 Oktober 1988 lucu, ga cakep, kata teh maya sih manis, kalo kata mamah ganteng :)) kalo kata unga dia ituuuu 'sisupersabar' =) sweet deh pokonya dari pertama ketemu sampe sekarang nih belum pernah deh unga dimarahin, yang ada juga unga yang marah-marah haha mungkin karena aa yang cuek jadi ga begitu suka kalo marah-marah dan lebih suka kalo ngalah aja jadi unganya yang ga ngerti-ngerti =D bodo ah yang penting dianya tetep sayang haha pengen cerita tentang perjalanan kita yang hampir 3 bulan ini dulu mungkin alesan unga mau nerima dia karena panas aja ga ada tanggepan terus dari sidia(oranglain yang sempet gw tunggu), jadi ya wajar kalo baru sebulan udah bosen(kan niatnya juga cuma pengen bikin cemburu sidia). eh tapi yah baru juga putus 1minggu kali, tiba-tiba hubungannya malah jadi deket, entah karena pengaruh mamah yang tiap hari nanyain kabar dia, entah karena sms dia yang ga ganggu, entah kangen, entah sepi, entah k...

Kake :)

Assalamualaikum kake... rasanya tak sopan jika cucumu ini menanyakan kabarmu disana semakin dekat dengan Sang Pencipta dikehidupan yang lebih abadi maafkan aku ke, pagi tadi hanya Al-Fatihah yang bisa kuhadiahkan untukmu.. lepas malam nanti kan ku hadiahi surah lain untukmu.. delapan tahun sudah, aku masih mengingat kata-kata terakhir yang kau ucapkan untukku Minggu pagi 12 Februari 2006, kau datang tanpa kabar sebelumnya, aku terkejut sekaligus senang untuk terakhir kalinya kita makan bersama, sayangnya kenapa saat itu aku tak ikut papah untuk mengantarkan kake pulang sebelum pergi kau berpesan padaku, bahwa aku harus kuat, harus pintar, agar kelak bisa menjaga kedua orang tuaku dengan baik. kake... cucumu kini tak semanja dahulu, seiring berjalannya waktu Allah menyelipkan banyak pelajaran hidup untukku kini aku sudah tak gengsi lagi untuk naik Angkutan Umum, bahkan tahun lalu aku selalu suka naik Damri kini aku sudah bisa berkendaraan sendiri, pulan...