Perjalanan selalu menyajikan pemandangan yang mampu membuat takjub
Kali ini bukan tentang pemandangannya
Tapi tentang keberanian untuk berjalan terus kedepan tanpa menoleh sekeliling, yakin mampu melewatinya sendiri
Ini masalah waktu
dan Harapan
Kata siapa semua akan jalan sesuai jalannya? bukankah kita yang merangkai peta selama perjalanan. Baik tujuan ataupun cara menuju, bukankah kita yang menjalankannya?
Lalu, apa sebuah harapan akan terjadi tanpa ada peta, tujuan dan cara menuju nya?
Mungkin itu harapanmu, harapanku selalu punya peta, punya tujuan dan aku tahu bagaimana cara menuju kesana.
Bukan berpikir hanya tentang hari esok. Memang semua sudah ada yang menentukan, tapi kita juga berhak untuk memilih jalan hidup yang disediakan.
Tuhan memampukan kita utuk berpikir bagaimana cara kita untuk meraih harapan tersebut. Bukan hanya diam, seolah hidup terlalu sulit untuk memikirkan tentang harapan-harapan yang indah jika terwujud.
Dan kamu hanya tertawa, seperti hidup sesulit itu? Dimana hatimu, dimana kasih sayangmu? sampai kapan kamu mengecewakan harapanmu, mengecewakan dirimu?!
Jika kelak harapanku lebih cepat terwujud, mungkin karena peta yang kubuat tak serumit pola berpikirmu.
Jika kelak aku sudah tiba duluan dalam perjalanan, mungkin karena Tuhan tak ingin mengecewakan caraku mencapai tujuan tersebut.
Tuhan hanya sedang membayar apa yang sudah ku kerjakan!
Hari ini, aku sudah lebih baik dalam menjaga. Aku sudah tidak sulit berkata tidak. Dan Tuhan menguji dengan ini.
Pada akhirnya, semua orang dengan peta dan tujuannya akan tiba. Tetapi, bagaimana mereka bergerak akan menentukan siapa yang lebih cepat tiba.
Semoga bukan aku yang harus tiba terlebih dulu, bagaimanapun cara kita mencapainya, semoga kita tiba di waktu yang sama.
Bolehkah aku berkata,
Bahwa aku sudah pasrah ?
Dalam ketiadaan daksa hanya mampu merubah takdir dengan do'a.
Aku, yang selalu merindukanmu dalam do'a.

Komentar
Posting Komentar
Berbagilah, karena itu indah :)