SINGAPORE ON
BACKPACKER
One Day Tour – 11
Oktober 2014
Perjalanan kali
ini adalah perjalanan pertama saya ke luar negeri. Kesempatan yang tak
disangka, Karen rencana awal sebenarnya hanya untuk liburan ke Bali. Dengan
budget libuaran ke bali akhirnya sampai ke Negara Singa Meludah.
DAY ONE ONLY
Perjalanan
dimulai dari Batam. Untuk menyebrang menggunakan Ferry dari Pelabuhan Batam
Center ke Harbour Front Singapore hanya perlu waktu kurang lebih 40 menit. Saya
dan sepupu saya juga 2 orang teman saya dari Bandung. Kami sengaja beli tiket
Ferry satu hari sebelumnya di Batam Mall dan saat itu juga bisa langsung
check-in menggunakan paspor kami masing-masing. Kami memilih keberangkatan paling
pagi yaitu pukul 06.00. Untungnya rumah tante saya dekat dengan pelabuhan. Karena
sudah chek-in sebelumnya maka kami tinggal mengantri di bagian imigrasi. Tak
banyak yang ditanyakan oleh pihak imigrasi saat wawancara. Kurang lebih hanya
tempat yang dituju, berapa lama, dengan siapa, dan pertanyaan lain jika jawaban
yang tadi dirasa meragukan.
Selama
penyebrangan, tidak ada masalah apa-apa,ombak yang cukup tenang membuat kapal
melaju terasa cepat sampai.
Tiba di Harbour
Front sekitar pukul 08.00 waktu Singapore. Karena Batam dan Singapore berbeda 1
jam lebih cepat Singapore. Seperti sebelumnya kami harus melewati bagian
imigrasi. Pelabuhan tersebut tersambung dengan satu mall besar di Singapore,
dan kami bisa menuju Sentosa Island hanya dengan menaiki elevator disana.
Memasuki kawasan
Sentosa Island. Disediakan MAP dalam berbagai bahasa disana. Satu tiket terusan
itu bisa digunakan untuk berkeliling. Oiya sebelumnya kami harus mengisi
ez.link, sebuah kartu yang mirip dengan kartu flazz berisi deposit, fungsinya
untuk di tap saat menaiki transportasi umum selama di Singapore. Berlaku sama
di Sentosa Island, bahkan ez.link bisa digunakan untuk membeli minuman di
Sentosa Island.
Sentosa Island
terkenal dengan kawasan terpadu Universal Studio, Sea World, dan Wings Of Time, kawasan
pantai buatannya dan kawasan penjualan jam tangan branded.
Disana, karena kami
backpacker jadi kami hanya menafaatkan semaksimal mungkin tiket terusan kami. Foto
di kawasan Universal Studio sudah cukup bukti bahwa kami pergi ke Singapore
hahaha. Berkeliling ke semua kawasan sentosa, dan yang paling kami sesalkan
adalah, kenapa kami tidak membawa baju renang, fiuh~. Di kawasan pantai sentosa
island viewnya bagus untuk foto, terlihat sekali ‘luar negeri’nya. Banyak turis
asing juga disana.
Oiya cuaca di
Singpore itu berbeda sekali dengan Indonesia, khususnya Bandung. Saya terbiasa
tinggal di Kota yang dingin, dan Singapore memiliki cuaca berkabut seperti
mendung namun hawanya cukup panas, pantas banyak orang disana menggunakan
pakaian yang tipis ataupun minim, mungkin mereka menyesuaikan.
Setelah puas dan
makan siang di restoran fastfood KFC hahaha, kami meneruskan perjalanan keluar
kawasan Sentosa. Awalnya kami cukup bingung dan beberapa kali tersasar di
kawasan stasiun MRT. Banyak yang menyarankan sebagai turis yang baru pertama
datang kesana lebih baik naik Bus. Tapi saya memberanikan diri untuk naik MRT.
Sebelumnya kami sempat nyasar dengan menggunakan Bus, jadi daripada saya
menghilangkan kembali teman-teman saya ditengah kota yang entah dimana, lebih
baik menggunakan MRT. Mudah untuk top-up ez.link dan banyak orang yang bisa
ditanya, baik menggunakan bahasa atau English.
Singapore, tujuan
saya adalah orchard es krim dan apa lagi kalau bukan patung singa meludah haha
alias Merlion Park.
Setelah tanya
sana-sini akhirnya kami tau harus kemana. MRT sangat memudahkan penumpangnya, ada petunjuk dan mesin informan
yang selalu memberitahu posisi MRT dimana. Karena letaknya yang dibawah tanah,
tentu kami tidak dapat melihat keadaan diluar. Dan akhirnya sampai di stasiun
Orchard Turn. Kawasan Orchard yang terkenal dengan barang-barang brandednya,
satu yang saya cari Cuma eskrim haha. Setelah jalan kaki cukup jauh, menyebrang
ke satu mal ke mal yang lain akkhirnya sampai di kawasan Orchard Road. Yeay
eskrim 1.2 SGD yang baru pertama kali saya beli dan langsung di tempatnya,
bukan di mal-mal di Indonesia hahaha boleh sombong. Kalo ada yang tanya beda
nya apa sama yang di Indo, saya gabisa jelaskan karena saya belum pernah beli
di Indo haha.
Sambil meluruskan
kaki dan kebetulan ada smoking area disana jadi kami sedikit santai. Ternyata
selama kami bersantai, justru yang kami lihat disana terutama yang beli es krim
disana mayoritas orang Indonesia haha. Jadi jangan takut dengan bahasa, bahkan
penjualnya bisa berbahasa.
Dari sana kami
meneruskan perjalanan ke Marina Bay. Seperti pusat kota, ada hotel tinggi yang
terkenal. Karena kami
nyasar lagi dan merasa salah tujuan akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke
stasiun. Untungnya kami bertemu dengan 2 paman dari Malaysia yang berbaik hati
mau mengantarkan kami ke Merlion Park. Alhamdulillah gapake nyasar lagi.
Saya lupa untuk
menuju Merlion Park, kami harus turun di stasiun apa. Nah dari sana ternyata
perjalanan masih sangat panjang. Singapore bukan Indonesia yang bisa
memberhentikan angkutan umum seenaknya. Kami harus melalui setiap hallte atau
stasiun. Dan itupun belum tentu langsung sampai ditempat tujuan, biasanya butuh
jalan kaki lagi. Jadi kami, berjalan kaki sekitar 1km dari stasiun MRT menuju
ke Merlion Park.
Daaaaan akhirnya
Singaaaaa. Dirasa sudah sah ke Singapore jika sudah berfoto di kawasan Merlion
Park.
Banyak sekali
orang disanaaaaaa, bahkan ada yang sedang melaksanakan foto pra-nikah(re:
prewedd). Selama jalan kaki kesana, banyak angle yang bisa dijadikan tempat
foto. Mulai dari jembatan, dan patung-patung arsitektur yang art-banget.
Sebenarnya masih
banyak yang bisa kami singgahi, seperti China Town dan Mesjid. Namun karena dikhawatirkan
nyasar lagi dan waktu kami yang terbatas karena kami hanya punya waktu hingga
jam 9 malam waktu Singapore, akhirnya kami memutuskan untuk pulang.
Pukul 7 lewat
waktu Singapore kami sudah sampai di pelabuhan. Haus, lapar, lelah sekali
karena terlalu banyak jalan kaki, dan kebetulan uang kami masih banyak akhirnya
kami makan lagi di Mc’D pelabuhan Harbour Front.
Membeli air
mineral dan beberapa camilan. Sedikit oleh-oleh yang bisa dibawa ke Bandung.
Daaaan Wifi, tak lupa sambil menunggu waktu boarding Kapal Ferry, saya
sempatkan untuk check-in sebagai bukti saya kesana hahaha.
Sampai jam 9
malam waktu Singapore ternyata Kapal belum tiba, ada delay sekitar 15 menit. Setelah
masuk kapal, rasanya sudah sangat lelah, penyebrangan tidak terasa dan
tiba-tiba sudah sampai di Batam. Melewati Imigrasi seperti biasa dan
lapaaaarrrrr haha.
Yak, tak banyak
memang yang kami kunjungi disana, entah karena persiapan yang kurang atau
karena memang hanya saya yang semangat jadi hanya saya yang mau bertanya, mau
jalan kaki sejauh apapun, mau membuat kenangan yang manis. Keran kelihatannya 2
teman saya dari Bandung kurang bisa memanfaatkan kesempatan ini dengan baik,
banyak mengeluh karena memang perjalanan tanpa transportasi jika diakumulasikan
mencapai 20 km.
Singapore berbeda
dengan Indonesia, peraturan dibuat untuk dipatuhi. Sepertinya budaya disana
memang taat aturan, dan saling mengingatkan. Oiya makanan yang halal disana
cukup banyak, namun memang harganya mahal, terlebih saat itu rupiah sedang
melemah. Jadi untuk amannya kami memang makan di fastfood. Kalo ada yang
bilang, jauh-jauh ke Singapore makannya itu itu juga, silahkan anda coba
sendiri, untuk 1 porsi nasi lemak halal saja yang isinya seperti nasi uduk disana
dijual dengan harga 5 SGD, berbanding 10 kali lipat. Makanya kami lebih memilih
fasfood. Air mineral ukuran 1,5 liter harganya 2 SGD atau sekitar 20ribu.
Makanya kami banyak berhemat. Sudah bisa makan 2 kali dengan nasi di sana dalam
sehari rasanya sudah seperti horang kayah haha.
Sayang waktunya
hanya 1 hari, karena budget Bali untuk Singapore kami memilih untuk tidak
bermalam di Singapore melainkan di Batam.
Untuk yang mau
kesana dengan budget seminimal mungkin, bisa belajar dari perjalanan saya. Saran
saya pelajari rute MRT atau Bus yang akan digunakan untuk menuju ke tempat yang
diinginkan. Agar saat tiba disana tidak banyak waktu terbuang dengan nyasar. Untuk masalah
imigrasi yang katanya sulit dan ketat, sesungguhnya tidak usah terlalu cemas.
Dalam perjalanan saya membawa tongsis dari metal dan tumblr minum,
Alhamdulillah selamat sampai kembali ke Batam. Oiya tukar pecahan kecil disana
lebih menguntungkan haha, kalau bisa sebelum pulang ke Indo, uangnya di
rupiahkan di sana saja.
Selamat mencoba One
Day Tour di Singapore. Happy Holiday \m/
**Tiket Ferry sudah termasuk pajak
di pelabuhan
***Biaya lain-lain seperti
pengeluaran yang tidak di jamakkan
****Belum termasuk pengeluaran
cinderamata karena sifatnya Variable
Untuk
tiket pesawat menuju ke Batam, harganya tentative sesuai rute keberangkatan dan
maskapai yang digunakan.

Jadi pengen ke singapore lagi, belum kesampaian masuk ke univesal studio nih :D
BalasHapusbaiknya sih nunggu rupiah tinggi lagi yah haha
Hapus