Langsung ke konten utama

Kota dan secangkir kopi

Sebelumnya, aku ingin menyampaikan ucapan terimakasih
Karena jika bukan karena permintaanmu, mungkin aku tak akan berbagi tulisanku kembali

Kota dan secangkir kopi
Bukan segumpal awan yang membuat langit terlihat lebih gelap. Burung-burung terbang seakan mencarai tempat yang jauh lebih menyamankan. Ungkapan yang tertuang saat itu hanya satu kata ‘hujan’.
Pikiranku sedang menerka apa yang akan terjadi saat aku pulang. Dan harapan muncul, semoga langit cukup terang sepanjang jalan hingga aku tiba-tiba sampai.

Hangat, asap yang mengepul diatas kayu yang penuh dengan lembaran kertas dan laptop yang masih menyala. Sudah tengah malam, dan sebagian tanggung jawabku masih belum selesai.

December on deadline, dalam benak sudah sedemikian besar dorongan agar aku cepat berlari. Karena, ternyata masih banyak yang harus ku selesaikan, ternyata tanggung jawabku berdiri dimana-mana dan aku tak mampu membuatnya baris rapi menurut prioritasnya. Semua itu prioritas. Tak ada yang harus di dahulukan atau di tunda.

Gerimis menemani malam yang semakin dingin, tanganku sudah mulai gemetar menempatkan jari diatas keyboard laptopku. Kopi yang sedari tadi kuminum kini hanya tinggal sarinya.
Aku keluar kamar dan melihat jam di dinding, waktu memberitahuku bahwa hari sudah berganti. Aku menerawang kisahku kemarin dan hanya mampu mengurai semua langkahnya dengan senyum.

Ah, tiba-tiba aku rindu. Rindu kota yang sempat mendekapku. Rasa ingin kembali dan mencoba menetap disana ternyata masih ada, atau lebih tepatnya keberanianku semakin besar. Aku ingin kesana!
Kuseduh untuk yang kedua kalinya. Masih bersama sihitam yang selalu menenangkan. Ada perasaaan lega. 

Tegukan yang kuminum kini membuat bebanku mulai tertata. Aku tahu mana yang harus ku dahulukan, bukan tentang prioritas lagi.

Kota membuatku tahu, ada rasa nyaman disana. Tangis pecah yang menjadi kenangan sesungguhnya menjadi pelajaran berharga yang mampu membuatku tersenyum. Tersenyum karena aku sadar, sempat berjuang dengan jalan yang sedemikian rumit dan mampu bertahan. Lalu, mengapa harus mengalah untuk jalan yang sekarang sedang kulewati?! Harusnya aku tahu bahwa Tuhan telah memberikan pengampuan untukku melewati jalan ini.

Untuk seseorang yang meminta tulisan ini, ingatkah, aku pernah berkata bahwa niat baik itu banyak godaannya?. Mungkin kau melihat aku seperti bocah beberapa waktu kemarin?. Maaf, tapi kurasa ini bagian yang harus kulewati. Oiya setelah selesai membaca ini, tolong lihat pesan masuk di surelmu yah tapi tidak sekarang. Ada sesuatu untukmu, yang tadinya akan kubuang bersama kenangan namun kupikir kau adalah bagian dari kenangan ini. Dan setelah membaca isi surel itu, kumohon jangan tanyakan apa-apa padaku.

Kota dan secangkir kopi. Terimakasih ya sudah mengingatkan aku yang sedikit terlena dengan dinginnya hujan.

Bandung, 09 Desember 2014
Di persinggahan baru yang mulai kunikmati

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tebing Keraton - Bandung

Bandung 16 Agustus 2014 Bandung Hits Masa Kini, salah satu judul blog yang ditulis sepertinya oleh mahasiswa ITB itu menarik perhatian saya untuk membacanya. Saat saya baca, ternyata itu yang ada disana. Yak, TEBING KERATON! Beberapa kali melihat foto beberapa teman di media sosial sedang berada di Tebing Keraton. Awalanya saya pikir karena menggunakan nama ‘Keraton’ tempat ini bukanlah di Bandung, mungkin daerah sekitar Jawa Tengah atau Jawa Timur. Ternyata dari ulasan blog yang saya baca, tempat ini ternyata di Bandung, tepatnya di Desa Ciburial ±6km dari Taman Hutan Raya Djuanda(Dago Pakar).Eh iya, Tebing Keraton ini ternyata baru lahir awal Mei 2014 loh. Dengan antusias dan dorongan cerita beberapa teman yang sudah kesana, akhirnya saya mengajak teman untuk mengunjungi Si Bandung Hits Masa Kini tersebut. Sayangnya satu hari sebelum hari H, teman saya membatalkan kunjungan kesana karena ada acara lain. Kecewa sih, tapi manusia di dunia ini kan banyak, dan akhirnya ngec...

MIS

mochamad irsyad sapardiansyah ~~ 7 Oktober 1988 lucu, ga cakep, kata teh maya sih manis, kalo kata mamah ganteng :)) kalo kata unga dia ituuuu 'sisupersabar' =) sweet deh pokonya dari pertama ketemu sampe sekarang nih belum pernah deh unga dimarahin, yang ada juga unga yang marah-marah haha mungkin karena aa yang cuek jadi ga begitu suka kalo marah-marah dan lebih suka kalo ngalah aja jadi unganya yang ga ngerti-ngerti =D bodo ah yang penting dianya tetep sayang haha pengen cerita tentang perjalanan kita yang hampir 3 bulan ini dulu mungkin alesan unga mau nerima dia karena panas aja ga ada tanggepan terus dari sidia(oranglain yang sempet gw tunggu), jadi ya wajar kalo baru sebulan udah bosen(kan niatnya juga cuma pengen bikin cemburu sidia). eh tapi yah baru juga putus 1minggu kali, tiba-tiba hubungannya malah jadi deket, entah karena pengaruh mamah yang tiap hari nanyain kabar dia, entah karena sms dia yang ga ganggu, entah kangen, entah sepi, entah k...

Posting Ketiga Saya

saya ini kelas 3 SMA. sekolah saya mempunyai orang orang yang hebat dalah bidang pendidikan. disana saya punya beberapa pendidik yang cukup dekat dengan saya(dekat dalam arti yg wajar!!) . yaa namanya juga kelas 3, jadi lebih banyak kenal dari juniornya walaupun kadang suka so kenal tentang sekolahnya apalagi pendidiknya(haa). saya punya sebuah pengalaman tentang ini. anak SMA biasanya suka dengan hal yang menyinggung perasaan. ituloh cinta-cintaan. suatu hari saat saya berbincang tentang suatu hubungan(pacaran) dengan sahabat saya di sela jam pelajaran, saat itu ada seorang pendidik yang ikut dalam perbincangan kami dan berkata "saat kamu menjadi seorang istri, di sakiti sebagaimana sakitnya pun kamu akan mendapat pahala karenanya, tapi saat kamu belum menjadi seorang istri kamu hanya akan mendapat sebuah kerugian". coba deh temen temen resapi. itu bener banget loh. kadang kita bisa frustasi banget cuma gara-gara ga dapet kabar dari pasangannya. tapi giliran dapet PR HITUNGA...