dalam hidup tentu setiap orang memiliki rencana yang berbeda
entah itu rencana untuk waktu yang singkat ataupun rencana jangka panjang
aku disini rasanya seperti tercebur dalam sebuah kolam yang dalam, saat aku sesungguhnya belum tahu gaya berenang yang baik dan benar. aku tak ingin mengatakan bahwa aku diceburkan, karena sesungguhnya aku sendiri yang ingin berenang walau dengan gaya seadanya tapi tidak dikolam yang dalam. aku juga tak menyalahkan pengawas kolam yang melihatku tercebur tanpa memberitahu info terlengkap tentang kolam itu ataupun cara berenang yang baik. kupikir ini memang sudah jalanku, walaupun diluar rencana tetapi aku bukan manusia yang mudah kembali ke daratan saat tahu kolam itu tidak dangkal. karena aku tahu Tuhan tidak kebetulan membuat keadaanku menjadi seperti ini. dan pada akhirnya, kini aku bisa berenang dengan gaya lain yang sebelumnya tidak ku ketahui. ini semua tidak didapatkan jika aku diam saja. sambil berenang dengan gayaku, aku terus memperhatikan orang lain yang lebih mahir daripada aku, sesekali saat mereka beristirahat aku bertanya bagaimana caranya. ada yang dengan senang hati membantuku belajar, ada juga yang malah mencaci bahwa aku salah sudah masuk ke kolam yang dalam, dan yang paling berbekas adalah, ada orang diluar kolam itu meneriaki ku bahwa perbuatanku sesungguhnya hanya wasting time. tanpa semua itu aku tak pernah belajar gaya berenang yang lain. justru pada saat itu keinginanku untuk bisa berenang dengan baik dan benar semakin besar.
kini, meskipun kolam itu sudah sepi karena orang-orang yang mungkin sudah bosan berenang didalamnya. aku akan tetap bertahan. suatu hari aku yakin, akan ada saat dimana aku bersyukur tidak cepat beranjak dari kolam tersebut. sedingin apapun airnya nanti, mungkin itulah saat dimana aku telah kuat untuk tetap bertahan atau pindah ke kolam lain yang jauh lebih dalam.
setidaknya, satu hal yang aku sangat pelajari dari semua ini.
bahwa, sesungguhnya Allah sudah tahu dimana tempat terbaik yang dapat kita duduki dengan nyaman, biarpun pada awalnya terkesan seperti dipaksakan, tetapi dalam perjalanannya Allah hanya ingin kita berpikir bahwa segala sesuatu tidak ada yang kebetulan, segala sesuatu sudah di desain sesuai dengan maksud dan tujuan yang indah. hanya tinggal pintar-pintarnya kita melihat dari berbagai sudut pandang. dan ambilah yang paling berat karena yang paling berat itulah yang paling benar.
Komentar
Posting Komentar
Berbagilah, karena itu indah :)