Tigabelas hari sudah berlalu
diawali dengan perbedaan saya tetap pada apa yang saya yakini
memang tidak 13hari saya sudah melaksanakannya, jelas karena suatu normalitas seorang perempuan
sudah tahu apa yang saya maksud?
Yaps! Ramadhan Mubarak
kalau saya ceritakan semuanya mungkin akan terlalu membosankan, tetapi ada sedikit yang saya ingin ambil dan bagikan
seminggu sebelum saya akhirnya memutuskan....
ada kejadian yang membuat saya seperti sedang berada di antara 2 kemungkinan, yaitu jatuh atau bertahan di atas seutas tali yang rapuh (<< lebay)
sulit bukan? dan akhirnya tetap seorang yang melahirkan saya membuat keputusan final
ini tentang pekerjaan,
1 minggu sebelum ramadhan saya dinyatakan di terima di salah satu perusahaan dengan ketentuan pemenuhan hak & kewajiban yang cukup pantas untuk saya, tidak ada hal yang dapat mengganggu kuliah saya, juga jam kerja yang menurut saya nyaman..
tetapi keputusan membuat saya tidak menerima pekerjaan tersebut
tak disangka ada pemanggilan dari sebuah Yayasan yang bergerak di bidang Panti Yatim memanggil dan meminta saya mengikuti Training untuk menjadi Volunteer
awalnya saya jalani dengan sikap mau tak mau, apalagi dengan jarak yang cukup jauh, ah rasanya membuat malas saja
1 minggu saya habiskan untuk Training,
Luar biasa, saya banyak mendapatkan banyak pengalaman menarik dari sang fasilitator
beliau mendidik saya dalam Training tersebut untuk menjadi seorang Social Enterpreuner
saya memang kuliah bisnis tapi tak ada satupun mata kuliah yang mengajarkan hal itu
ingin tahu apa Social Enterpreuneur? kurang lebih yaitu Orang yang sanggup / mermiliki cara untuk menuntaskan Kemiskinan dengan Kepedulian
ini sangat menarik sekali bagi saya, dalam Tafakuran saya tahu bahwa pekerjaan itu bukan hanya untuk bahagia duniawi, tetapi juga di akhirat nanti
seorang Social Enterpreneur adalah suatu yang sangat mulia bagi saya, ia korbankan hak intelektualnya yang mungkin bisa dibayar mahal lalu ia bekerja karena kepedulian demi menuntaskan kemiskinan, Subhanalloh...
rasanya ingin merubah cita-cita, tetapi saya tahu cita-cita tanpa motivasi atau apapun yang mendorong itu hanya ikut-ikutan saja..
dari sekarang saya belajar, pekerjaan apapun dan dimanapun sesungguhnya kembali kepada niat kita
siapapun kita tentu akan bisa merubah dunia
sekarang saya sedang bekerja sebagai Volunteer di Panti Yatim Indonesia, mungkin bisa dibilang saya bagian dari para Social Enterpreneur disini..
Tuhan memang selalu memberikan yang terbaik, Ridho Allah bil Ridho Walidain
untung saja saya menuruti keputusan orang tua saya
saya yakin apa yang sedang saya kerjakan sekarang jauh lebih baik dari yang sempat saya sesalkan..
God is never false, God is Always make a God Ways however it takes
Allahuakbar
diawali dengan perbedaan saya tetap pada apa yang saya yakini
memang tidak 13hari saya sudah melaksanakannya, jelas karena suatu normalitas seorang perempuan
sudah tahu apa yang saya maksud?
Yaps! Ramadhan Mubarak
kalau saya ceritakan semuanya mungkin akan terlalu membosankan, tetapi ada sedikit yang saya ingin ambil dan bagikan
seminggu sebelum saya akhirnya memutuskan....
ada kejadian yang membuat saya seperti sedang berada di antara 2 kemungkinan, yaitu jatuh atau bertahan di atas seutas tali yang rapuh (<< lebay)
sulit bukan? dan akhirnya tetap seorang yang melahirkan saya membuat keputusan final
ini tentang pekerjaan,
1 minggu sebelum ramadhan saya dinyatakan di terima di salah satu perusahaan dengan ketentuan pemenuhan hak & kewajiban yang cukup pantas untuk saya, tidak ada hal yang dapat mengganggu kuliah saya, juga jam kerja yang menurut saya nyaman..
tetapi keputusan membuat saya tidak menerima pekerjaan tersebut
tak disangka ada pemanggilan dari sebuah Yayasan yang bergerak di bidang Panti Yatim memanggil dan meminta saya mengikuti Training untuk menjadi Volunteer
awalnya saya jalani dengan sikap mau tak mau, apalagi dengan jarak yang cukup jauh, ah rasanya membuat malas saja
1 minggu saya habiskan untuk Training,
Luar biasa, saya banyak mendapatkan banyak pengalaman menarik dari sang fasilitator
beliau mendidik saya dalam Training tersebut untuk menjadi seorang Social Enterpreuner
saya memang kuliah bisnis tapi tak ada satupun mata kuliah yang mengajarkan hal itu
ingin tahu apa Social Enterpreuneur? kurang lebih yaitu Orang yang sanggup / mermiliki cara untuk menuntaskan Kemiskinan dengan Kepedulian
ini sangat menarik sekali bagi saya, dalam Tafakuran saya tahu bahwa pekerjaan itu bukan hanya untuk bahagia duniawi, tetapi juga di akhirat nanti
seorang Social Enterpreneur adalah suatu yang sangat mulia bagi saya, ia korbankan hak intelektualnya yang mungkin bisa dibayar mahal lalu ia bekerja karena kepedulian demi menuntaskan kemiskinan, Subhanalloh...
rasanya ingin merubah cita-cita, tetapi saya tahu cita-cita tanpa motivasi atau apapun yang mendorong itu hanya ikut-ikutan saja..
dari sekarang saya belajar, pekerjaan apapun dan dimanapun sesungguhnya kembali kepada niat kita
siapapun kita tentu akan bisa merubah dunia
sekarang saya sedang bekerja sebagai Volunteer di Panti Yatim Indonesia, mungkin bisa dibilang saya bagian dari para Social Enterpreneur disini..
Tuhan memang selalu memberikan yang terbaik, Ridho Allah bil Ridho Walidain
untung saja saya menuruti keputusan orang tua saya
saya yakin apa yang sedang saya kerjakan sekarang jauh lebih baik dari yang sempat saya sesalkan..
God is never false, God is Always make a God Ways however it takes
Allahuakbar
saya pikir tadinya social entrepreneur itu orang yang berwirausaha memanfaatkan social media mbak, ternyata orang yang benar2 berjiwa sosial :)
BalasHapus