kurang dari 4 bulan saya mengikuti Tafakur-an
itupun sebenarnya bukan keinginan tulus dari dalam diri
saat saya masuk ke Sekolah Tinggi Sawasta, ada 1 mata kuliah yang mengharuskan saya mengikuti Tafakuran , yaitu Mata Kuliah Pendidikan Agama
sejujurnya saya rindu dengan apapun kegiatan Rohani
semenjak saya lulus SMA, saya akui saya kurang dekat dengan hal-hal semacam itu
kadang saya merenung, kenapa saya harus berubah menjadi lebih buruk
Ya Allah Ya Rabb, dengan segala kerendahan hati, ampuni hambamu
awalnya saya sedikit merasa berat, mungkin qolbu saya belum terbuka saat itu
2 minggu terakhir, baru saja saya merasakan apa itu Tafakur
dan sedikit kekecewaan karena saat ini kelas Tafakur sudah berakhir
miungkin ini ujian untuk saya, ujian apakah saya teteap istiqomah atau akan kembali ke jalan yang kurang tepat
saya memang masih belajar,
merubah semua yang salah menjadi benar tak semudah mengedipkan mata
memberi penjelasan kepada orang-orang di sekitar sayapun tidak mudah
terkadang saya di anggap terlalu menilai sedikit ilmu yang baru saya dapatkan
satu hal yang paling ingin saya tinggalkan sekarang adalah hubungan dekat saya dengannya
yang saya tahu selama ini kami tidak membawa banyak manfaat untuk masing" dari kami
saya cukup lelah menjadi pajangan dan tak mampu membawa kebaikan untuknya
namun saat saya ungkapkan apa keinginan saya, kehendaknya tidak mendukung
dan kini saya semakin ragu, bahwa dia mencintai saya bukan karena Allah
karena jika memang benar karena Allah, sudah semestinya dia mendukung apapun jalan saya menuju akhirat Surga
saya yakin, akan ada ujian untuk setiap Hadiah yang Allah beri
kesusahan saya kini akan menjadi manis pada saatnya tiba
apapun yang akan dibicarakan tentang saya nantinya
insyaAllah saya tetap istiqomah
menjalani yang benar, tidak untuk terus menerus salah
hidup saya masih panjang
ada orang tua yang harus saya baktikan terlebih dahulu
ada sodara kandung satu satunya yang harus saya dukung citanya
dan ada diri saya yang harus saya pertanggung jawabkan setiap hela nafasnya
saya hanya ingin melakukan hal itu sekarang ini
menjalaninya sebagai saya yang apa adanya
menjadikan diri saya lebih mandiri, lebih tahu makna hidup
Ya Allah, ku tahu setiap satu langkah niatku kepadamu
akan Kau sambut dengan seribu langkah pastimu
semoga tak ada satupun orang yang ku kecewakan karena niatku Ya Allah
mohon maaf untuk setiap kesalahanku pada siapapun yang pernah kusakiti
itupun sebenarnya bukan keinginan tulus dari dalam diri
saat saya masuk ke Sekolah Tinggi Sawasta, ada 1 mata kuliah yang mengharuskan saya mengikuti Tafakuran , yaitu Mata Kuliah Pendidikan Agama
sejujurnya saya rindu dengan apapun kegiatan Rohani
semenjak saya lulus SMA, saya akui saya kurang dekat dengan hal-hal semacam itu
kadang saya merenung, kenapa saya harus berubah menjadi lebih buruk
Ya Allah Ya Rabb, dengan segala kerendahan hati, ampuni hambamu
awalnya saya sedikit merasa berat, mungkin qolbu saya belum terbuka saat itu
2 minggu terakhir, baru saja saya merasakan apa itu Tafakur
dan sedikit kekecewaan karena saat ini kelas Tafakur sudah berakhir
miungkin ini ujian untuk saya, ujian apakah saya teteap istiqomah atau akan kembali ke jalan yang kurang tepat
saya memang masih belajar,
merubah semua yang salah menjadi benar tak semudah mengedipkan mata
memberi penjelasan kepada orang-orang di sekitar sayapun tidak mudah
terkadang saya di anggap terlalu menilai sedikit ilmu yang baru saya dapatkan
satu hal yang paling ingin saya tinggalkan sekarang adalah hubungan dekat saya dengannya
yang saya tahu selama ini kami tidak membawa banyak manfaat untuk masing" dari kami
saya cukup lelah menjadi pajangan dan tak mampu membawa kebaikan untuknya
namun saat saya ungkapkan apa keinginan saya, kehendaknya tidak mendukung
dan kini saya semakin ragu, bahwa dia mencintai saya bukan karena Allah
karena jika memang benar karena Allah, sudah semestinya dia mendukung apapun jalan saya menuju akhirat Surga
saya yakin, akan ada ujian untuk setiap Hadiah yang Allah beri
kesusahan saya kini akan menjadi manis pada saatnya tiba
apapun yang akan dibicarakan tentang saya nantinya
insyaAllah saya tetap istiqomah
menjalani yang benar, tidak untuk terus menerus salah
hidup saya masih panjang
ada orang tua yang harus saya baktikan terlebih dahulu
ada sodara kandung satu satunya yang harus saya dukung citanya
dan ada diri saya yang harus saya pertanggung jawabkan setiap hela nafasnya
saya hanya ingin melakukan hal itu sekarang ini
menjalaninya sebagai saya yang apa adanya
menjadikan diri saya lebih mandiri, lebih tahu makna hidup
Ya Allah, ku tahu setiap satu langkah niatku kepadamu
akan Kau sambut dengan seribu langkah pastimu
semoga tak ada satupun orang yang ku kecewakan karena niatku Ya Allah
mohon maaf untuk setiap kesalahanku pada siapapun yang pernah kusakiti
Komentar
Posting Komentar
Berbagilah, karena itu indah :)